
Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan siap mendampingi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menerapkan prinsip ekonomi sirkular sehingga proses produksi makanan, pengelolaan limbah, dan air limbah tidak membebani lingkungan.
Pendampingan SPPG Terapkan Ekonomi Sirkular
Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan setiap SPPG membangun ekosistem yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular.
Ia mengungkapkan, "Yang mungkin bisa kita capai dengan cepat, apakah proses produksi bisa sirkular, kita punya Program MBG, ada SPPG di mana-mana. Targetnya kita akan dampingi agar SPPG itu bisa membuat ekosistem yang sirkular, itu sedang (KLH/BPLH) lakukan sebenarnya. Di setiap yang kita lakukan harus ada circularity, termasuk program prioritas Presiden."
Diaz menyampaikan KLH/BPLH telah memberikan pendampingan teknis serta menyediakan infrastruktur lingkungan di sejumlah SPPG percontohan yang dinilai mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ia mengungkapkan, "Di (SPPG) Halim, selain mengelola sampah, KLH/BPLH memberikan IPAL untuk mengelola air limbah, di sebelah SPPG ada sawah sekitar 6,5 hektare, karena air irigasi dari IPAL itu, sawahnya bisa panen 3 kali, sehingga dari sini kita bisa lihat bahwa MBG bukan hanya beri makan, tapi bisa juga produksi makan."
Kearifan Lokal dan Mitigasi Perubahan Iklim
KLH menyebut penerapan ekonomi sirkular tidak selalu bergantung pada teknologi tinggi, tetapi juga dapat memanfaatkan praktik berbasis kearifan lokal seperti pemanfaatan sisa makanan untuk pakan ternak dan pengolahan minyak jelantah di SPPG Gorontalo dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Diaz mengingatkan penguatan prinsip ekonomi sirkular menjadi langkah penting untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem terhadap wilayah Indonesia.
Ia mengatakan, "Kita pastikan Indonesia tetap ada, karena kalau kita tidak lakukan apa-apa, ada ramalan dari Maplecroft yang mengatakan bahwa di tahun 2050, sekitar 1500 pulau kecil akan tenggelam dan di tahun 2100, menurut ADB (Asian Development Bank), ada lebih dari 115 pulau sedang yang akan tenggelam, jadi kita harus pastikan apa yang produksi ada circularity, supaya Indonesia tetap exist dan ramalan tersebut menjadi salah."
Program pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya KLH untuk memastikan Program MBG berjalan selaras dengan pengendalian limbah, pengurangan food waste, dan pembangunan berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



