
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat nilai ekspor Jakarta selama Januari-Juni 2026 mencapai 8.587,78 juta dolar AS atau tumbuh 4,04 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan kenaikan terutama didorong oleh ekspor non-migas dan migas.
Industri Pengolahan Dominasi Kinerja Ekspor
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan, "Nilai ekspor migas terjadi kenaikan sebesar 165,7 persen. Sedangkan non-migas tercatat terjadi kenaikan 3,74 persen."
Peningkatan ekspor selama Januari-Juni 2026 didorong oleh kenaikan ekspor non-migas sebesar 308,13 juta dolar AS serta peningkatan ekspor migas sebesar 25,60 juta dolar AS.
Berdasarkan sektor usaha, kenaikan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terjadi pada sektor industri pengolahan.
Nilai ekspor sektor industri pengolahan meningkat sebesar 427,51 juta dolar AS atau 5,36 persen dibandingkan Januari-Juni 2025.
Kadarmanto mengatakan sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan kinerja ekspor Jakarta.
Andil sektor industri pengolahan terhadap total ekspor Jakarta mencapai 97,79 persen.
Salah satu produk unggulan yang mencatat peningkatan ekspor adalah kendaraan dan bagiannya dengan kenaikan 15,64 persen secara kumulatif.
Produk logam mulia dan perhiasan atau permata juga mengalami kenaikan ekspor sebesar 10,73 persen secara kumulatif.
Sementara itu, ekspor produk alas kaki mengalami penurunan sebesar 3,96 persen secara kumulatif.
Thailand, Amerika Serikat, dan China Jadi Tujuan Utama
Thailand, Amerika Serikat, dan China menjadi tiga negara tujuan utama ekspor Jakarta selama Januari-Juni 2026.
Kadarmanto mengatakan, "Nilai ekspor ketiga negara ini memberikan share yang cukup besar, yaitu sebesar 37,1 persen dari total ekspor Jakarta pada Januari sampai dengan bulan Juni tahun 2026."
Ketiga negara tersebut menyumbang 37,1 persen dari total nilai ekspor Jakarta pada Januari-Juni 2026.
Nilai ekspor ke Thailand tercatat mencapai 1.301,2 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa logam mulia dan perhiasan atau permata.
Nilai ekspor ke Amerika Serikat mencapai 1.012,68 juta dolar AS yang didominasi komoditas alas kaki, ikan, serta pakaian dan aksesorinya.
Nilai ekspor ke China mencapai 872,28 juta dolar AS dengan komoditas utama berupa lemak dan minyak hewan nabati.
- Penulis :
- Leon Weldrick



