HOME  ⁄  Nasional

Sudin KPKP Jakarta Utara Edukasi Puluhan Pelajar tentang Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Sudin KPKP Jakarta Utara Edukasi Puluhan Pelajar tentang Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Foto: Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit bersama siswa dalam Pentas Literasi dengan tema“Bertani Modern di Perkotaan” di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin 3/8/2026 (sumber: Pemkot Jakut)

Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara mengedukasi 30 pelajar dari enam sekolah mengenai teknik pertanian perkotaan atau urban farming dalam Pentas Literasi bertema Bertani Modern di Perkotaan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (3/8/2026), sebagai upaya memperluas wawasan generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Edukasi Pertanian Modern untuk Pelajar

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, mengatakan para pelajar mendapatkan wawasan baru mengenai pertanian modern, khususnya sistem hidroponik.

Ia mengungkapkan, "Kegiatan hari ini kita memperkenalkan urban farming, sekaligus mengisi materi dari program Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara untuk literasi anak-anak sekolah, supaya mereka lebih mengenal apa itu urban farming."

Para siswa diperkenalkan dengan konsep urban farming yang dinilai semakin penting karena keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.

Selain menerima materi teori, para pelajar juga dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang dapat dibudidayakan di lingkungan perkotaan.

Novy Christine Palit mengatakan, "Anak-anak kota terkadang kurang mengenal tanaman, jadi kita berupaya memperkenalkan mereka lebih jauh."

Ia berharap para pelajar memahami konsep pertanian perkotaan sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan Menjadi Pelopor Ketahanan Pangan Keluarga

Kegiatan edukasi tersebut juga dikaitkan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan terbatas di rumah.

Novy Christine Palit mengatakan, "Kami berharap mereka bisa menjadi pionir di rumah, misalnya menanam cabai atau tanaman lain, sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga."

Salah satu siswi SMA Yappenda, Atiiqa Suciati, mengaku memperoleh pengalaman baru yang belum pernah dipelajari di sekolah.

Ia mengungkapkan, "Saya senang sekali ikut kegiatan ini, karena jadi tahu tentang hidroponik dan cara menanam tanpa tanah. Ternyata bertani itu bisa dilakukan di rumah meskipun lahannya terbatas."

Pentas Literasi merupakan program rutin Pemerintah Kota Jakarta Utara yang diselenggarakan setiap hari Senin sebagai wadah edukatif bagi pelajar untuk mempelajari berbagai hal di luar kelas dengan cara yang menarik dan aplikatif.

Kegiatan tersebut diikuti 30 siswa dari enam sekolah, di antaranya SMA 18 Jakarta, SMA 41 Jakarta, SMA Yappenda, SMA Gita Kritis 2 Jakarta, serta dua sekolah lainnya yang tidak disebutkan.

Penulis :
Arian Mesa