
Pantau - Kementerian Pertanian bersama industri pakan menyepakati penundaan kenaikan harga pakan ayam untuk melindungi peternak ayam petelur dan mempercepat pemulihan harga telur di tingkat produsen yang masih berada di bawah harga acuan pemerintah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan kesepakatan tersebut dihasilkan setelah Kementan mempertemukan koperasi peternak ayam petelur dengan industri pakan untuk membahas kenaikan harga pakan di tengah rendahnya harga telur.
Ia mengungkapkan, "Kami berupaya meningkatkan harga telur sesuai harga acuan, termasuk mencari solusi agar di saat harga telur belum sesuai harga acuan ini, pabrik pakan menunda kenaikan harga pakan sampai kondisi harga telur membaik sebagaimana yang kita harapkan."
Industri Pakan Tahan Kenaikan Harga
Kementan bersama Badan Pangan Nasional, koperasi peternak, industri pakan, Satgas Pangan Polri, BUMN, dan pelaku usaha menyepakati sejumlah langkah untuk memulihkan harga telur dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.
Agung menjelaskan industri pakan memahami kondisi peternak sehingga berkomitmen menunda kenaikan harga pakan hingga harga telur kembali berada di atas biaya produksi.
Ia mengatakan, "Teman-teman pabrik pakan juga berkomitmen menahan kenaikan harga pakan. Memang sekitar 30 persen bahan baku pakan masih impor sehingga dipengaruhi kenaikan kurs, biaya distribusi, maupun harga bahan baku dunia."
Ia menambahkan, "Mengingat kondisi harga telur yang masih belum baik, para feedmill (pabrik pakan) sepakat menahan dulu kenaikan harga pakan sambil melihat perkembangan harga telur sehingga keberlanjutan peternak rakyat terus terjaga."
Pemerintah Percepat Dukungan bagi Peternak
Kementan mencatat harga pakan ternak di pasaran saat ini bervariasi mulai dari Rp9.000 per kilogram hingga di bawah Rp6.000 per kilogram, tergantung jenis pakan.
Pemerintah juga mendorong koperasi peternak membeli pakan langsung dari pabrik serta memfasilitasi pembelian Soybean Meal (SBM) langsung dari importir untuk memangkas jalur distribusi.
Agung mengungkapkan, "Begitu juga bagi yang melakukan pencampuran mandiri (self-mixing), untuk pembelian SBM-nya (Soybean Meal) bisa langsung ke importir, baik swasta maupun BUMN (PT Berdikari). Kami memfasilitasi pembelian langsung agar harganya tidak terlalu mahal dengan memotong jalur distribusi."
Selain itu, pemerintah mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak mikro dan kecil serta meningkatkan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mempercepat pemulihan harga telur.
Kementan menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk melindungi peternak ayam petelur selama harga telur masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram.
- Penulis :
- Aditya Yohan



