HOME  ⁄  Nasional

Endang Thohari Dukung Kementan Berantas Mafia Beras hingga Tingkat Petani demi Ketahanan Pangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Endang Thohari Dukung Kementan Berantas Mafia Beras hingga Tingkat Petani demi Ketahanan Pangan
Foto: (Sumber :Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari. Foto : Dok/Andri.)

Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Pertanian dalam memberantas praktik mafia beras yang diduga telah mengakar hingga tingkat petani melalui penguatan pengawasan, dukungan anggaran, dan penindakan hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Endang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (1/8), sebagai respons atas praktik mafia beras yang dinilai menjadi ancaman serius terhadap ketahanan pangan nasional.

Soroti Praktik Ijon dan Peran Koperasi

Endang mengatakan praktik permainan harga melalui sistem ijon dan dugaan jaringan distribusi yang kuat tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyengsarakan petani.

Ia mengungkapkan, "Kami di Komisi IV terus mendorong Kementerian Pertanian dengan memberikan dukungan anggaran yang cukup dan pengawasan ketat. Kami juga ikut bergerak meng-counter dengan memberikan nama-nama terduga mafia beras tersebut kepada pihak berwenang. Ini masalah serius karena praktik mereka menyengsarakan dan sudah mengakar sampai ke petani."

Menurut Endang, sistem ijon menjadi salah satu praktik yang paling meresahkan karena tengkulak membeli hasil panen sebelum masa panen dengan harga rendah saat petani membutuhkan modal.

Ia menilai pengaktifan kembali koperasi pertanian dapat menjadi solusi agar petani tidak bergantung kepada pengijon.

Endang menjelaskan, "Untuk memutus rantai ketergantungan ini, makanya kami terus mendorong pengaktifan kembali peran koperasi di sektor pertanian. Koperasi diharapkan mampu menjadi penyokong dana alternatif saat petani mengalami kesulitan modal, sehingga mereka tidak terjebak rayuan pengijon."

Satgas Mafia Pangan Terus Bekerja

Endang menilai jaringan mafia pangan bekerja secara terorganisasi sehingga membutuhkan pengawasan bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengungkapkan, "Para pengijon ini punya jaringan yang kuat. Begitu stok di pasar induk hilang, mereka mulai bermain. Ini yang harus kita gerakkan bersama, termasuk peran wartawan untuk ikut mengawasi."

Endang juga memastikan Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan telah dibentuk dan terus bekerja seiring pembahasan Undang-Undang Pangan di DPR.

Di tengah ancaman krisis pangan global akibat El Nino, ia mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian dalam menjaga cadangan pangan nasional.

Ia mengatakan, "Saat ini, Perum Bulog dilaporkan mengamankan ketersediaan stok hingga 53 juta ton beras untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Untuk wilayah Kota Bogor insyaallah kondisi ketahanan pangan dalam status aman."

Penulis :
Aditya Yohan