HOME  ⁄  Nasional

BPS Sebut Fenomena El Nino Ubah Pola Harga Pangan dan Picu Deflasi di Nabire

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPS Sebut Fenomena El Nino Ubah Pola Harga Pangan dan Picu Deflasi di Nabire
Foto: (Sumber :Kepala BPS Kabupaten Nabire Dio Benuvin Perkasa Ginting. ANTARA/Ali Nur Ichsan..)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire menyebut fenomena El Nino mengubah pola harga pangan di daerah tersebut dengan meningkatkan pasokan hasil pertanian yang mendorong terjadinya deflasi sebesar 1,01 persen pada Juli 2026.

Pasokan Pangan Melimpah Tekan Harga Komoditas

Kepala BPS Kabupaten Nabire Dio Benuvin Perkasa Ginting menjelaskan cuaca panas akibat El Nino mempercepat proses pematangan buah dan hasil pertanian sehingga pasokan berbagai komoditas di pasar meningkat.

Ia mengatakan, "Cuaca panas mempercepat proses pematangan buah dan hasil pertanian sehingga meningkatkan pasokan sejumlah komoditas di pasar, meski di sisi lain memperpendek masa simpan dan meningkatkan risiko kerusakan hasil pertanian."

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Nabire turun dari 118,07 pada Juni menjadi 116,86 pada Juli 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi dengan penurunan 2,31 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 1,09 persen.

Komoditas yang paling besar menekan inflasi antara lain cabai rawit, tomat, kacang panjang, daging ayam ras, dan tarif angkutan laut.

Diskon Tarif Kapal Ikut Dorong Deflasi

Dio menjelaskan kebijakan pemerintah berupa diskon 30 persen tarif dasar tiket ekonomi kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) selama masa libur sekolah turut menekan tarif angkutan laut.

Ia mengungkapkan, "Diskon tarif angkutan laut ikut memberikan pengaruh terhadap penurunan harga pada kelompok transportasi selama Juli."

Meski mengalami deflasi secara bulanan, BPS mencatat inflasi tahunan (year-on-year) Kabupaten Nabire pada Juli 2026 tetap berada di level 1,79 persen.

Inflasi tahunan dipengaruhi kenaikan harga daging babi, bensin, emas perhiasan, tahu mentah, dan kangkung.

BPS juga mengimbau pelaku usaha dan masyarakat mendukung Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 31 Agustus dengan memberikan data yang jujur dan akurat kepada petugas.

Penulis :
Ahmad Yusuf