HOME  ⁄  Ekonomi

Harga TBS Kelapa Sawit Petani di Riau Naik pada Periode 5-11 Agustus 2026, Didorong Lonjakan Harga Kernel

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Harga TBS Kelapa Sawit Petani di Riau Naik pada Periode 5-11 Agustus 2026, Didorong Lonjakan Harga Kernel
Foto: Ilustrasi - TBS kelapa sawit (sumber: ANTARA/Iggoy el Fitra)

Pantau - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau naik sebesar Rp23,35 per kilogram atau 0,60 persen dibandingkan periode sebelumnya sehingga menjadi Rp3.936,63 per kilogram untuk periode 5-11 Agustus 2026.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, yang menyebut kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun.

Kenaikan Harga Dipicu Lonjakan Nilai Kernel

Defris Hatmaja mengungkapkan, "Kenaikan harga TBS kali ini terutama didorong oleh meningkatnya harga inti sawit (kernel), meskipun harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mengalami sedikit penurunan dibandingkan pekan lalu."

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk TBS petani swadaya turun sebesar Rp17,48 per kilogram sehingga menjadi Rp15.777,52 per kilogram.

Di sisi lain, harga inti sawit (kernel) petani swadaya naik signifikan sebesar Rp544,98 per kilogram sehingga mencapai Rp15.528,00 per kilogram.

Harga TBS Petani Plasma Juga Mengalami Kenaikan

Harga pembelian TBS petani plasma turut meningkat sebesar Rp26,56 per kilogram atau 0,67 persen dibandingkan periode sebelumnya sehingga menjadi Rp4.011,82 per kilogram.

Harga jual CPO untuk TBS petani plasma naik sebesar Rp38,45 per kilogram menjadi Rp15.779,33 per kilogram.

Harga kernel untuk TBS petani plasma juga meningkat sebesar Rp391,60 per kilogram sehingga menjadi Rp15.138,00 per kilogram.

Defris Hatmaja mengatakan pihaknya terus meningkatkan tata kelola dalam penetapan harga TBS agar sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak.

Ia mengungkapkan, “Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat.”

Penulis :
Arian Mesa