HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat 1,37 Persen ke Level 6.319,61, Didorong Sentimen Positif Domestik dan Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat 1,37 Persen ke Level 6.319,61, Didorong Sentimen Positif Domestik dan Global
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 85,11 poin atau 1,37 persen ke level 6.319,61 pada perdagangan Selasa sore, didorong sentimen positif dari dalam negeri maupun global.

Indeks LQ45 juga menguat 11,28 poin atau 1,81 persen ke level 635,21.

Sentimen Domestik dan Global Dorong Penguatan IHSG

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "Bursa regional Asia bergerak menguat sejalan dengan tren positif bursa Wall Street."

Dari dalam negeri, inflasi Indonesia pada Juli 2026 secara tahunan turun menjadi 2,88 persen year on year (yoy).

Inflasi tersebut tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menurut Nico, "Ini menunjukkan terjaganya dalam kisaran sasaran tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah."

Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 mencatat defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS.

Defisit tersebut lebih rendah dibandingkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari–Juni 2026 masih mencatat surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.

Pelaku pasar juga menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 pada pekan ini.

Dari luar negeri, pelaku pasar merespons positif data indeks manufaktur Amerika Serikat yang naik dari 53,3 menjadi 55,6.

Kenaikan tersebut menjadi laju tercepat dalam lebih dari empat tahun terakhir dan didukung oleh kuatnya permintaan yang mendorong peningkatan produksi.

Nico mengatakan, "Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan."

Pelaku pasar turut mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz sedang berlangsung.

Iran membantah adanya negosiasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski demikian, pertemuan antara Iran dan Oman disebut menunjukkan kemajuan untuk meningkatkan lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Pergerakan Saham dan Kinerja Sektoral

IHSG dibuka menguat sejak awal perdagangan dan bertahan di zona hijau sepanjang sesi pertama hingga sesi kedua sampai penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mencatat penguatan.

Sektor properti memimpin kenaikan dengan menguat 2,57 persen.

Sektor transportasi dan logistik naik 1,94 persen.

Sektor barang baku menguat 1,86 persen.

Satu-satunya sektor yang melemah adalah sektor barang konsumen non primer yang turun 0,37 persen.

Saham dengan penguatan terbesar yaitu ENZO, PADA, PRDL, HDFA, dan MBTO.

Sementara itu, saham dengan pelemahan terbesar adalah BACH, TMPO, KOCI, OMRE, dan JELI.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.112.000 transaksi dengan volume perdagangan sebanyak 32,39 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,95 triliun.

Sebanyak 420 saham menguat, 234 saham melemah, dan 309 saham tidak mengalami perubahan harga.

Pada penutupan perdagangan di kawasan Asia, Indeks Nikkei menguat 0,23 persen ke 63.899,00, Indeks Shanghai naik 0,33 persen ke 3.822,28, Indeks Hang Seng melemah 0,60 persen ke 25.852,92, Indeks Kospi menguat 1,62 persen ke 6.358,95, dan Indeks Kuala Lumpur naik 0,40 persen ke 1.732,66.

Penulis :
Shila Glorya