HOME  ⁄  Ekonomi

PGE Menargetkan Proyek Percontohan Hidrogen Hijau Ulubelu Beroperasi pada November 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

PGE Menargetkan Proyek Percontohan Hidrogen Hijau Ulubelu Beroperasi pada November 2026
Foto: Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yani dalam temu media “Laporan Keuangan Kuartal II-2026 PT PGE Tbk”, di Jakarta, Selasa 4/8/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan proyek percontohan hidrogen hijau (green hydrogen) di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026 dengan kapasitas produksi sekitar 80-100 kilogram per hari yang memanfaatkan listrik dari energi panas bumi.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama PGE Ahmad Yani dalam temu media di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Ahmad Yani mengungkapkan, "Pilot project saat ini di lapangan kami di Ulubelu, targetnya di November ini, kita akan bisa mulai COD (beroperasi secara komersial) dengan (kapasitas produksi) 100 kilogram per hari, sebagai pilot project green hydrogen, yang menggunakan geothermal sebagai listriknya."

Proyek Menjadi Uji Kelayakan Bisnis Hidrogen Hijau

Proyek percontohan tersebut menggunakan teknologi anion exchange membrane electrolyzer dengan tingkat efisiensi sekitar 80 persen untuk menghasilkan hidrogen hijau dari listrik berbasis panas bumi.

PGE akan menjalankan masa uji coba operasional selama sedikitnya tiga tahun sebagai proof of concept dan commercial readiness sebelum bisnis hidrogen hijau dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Perusahaan ingin memastikan kesiapan teknologi, operasional, serta aspek komersial sebelum melakukan ekspansi pengembangan bisnis.

Ahmad Yani mengungkapkan, "Inilah bagaimana kami mengupayakan membentuk hydrogen ecosystem pilot project. Nanti di situ dalam 2-3 tahun ke depan, kita akan coba bagaimana (proyek ini berkembang) menjadi suatu bisnis yang real business."

PGE menilai proyek tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem hidrogen yang akan dievaluasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan untuk dikembangkan menjadi bisnis komersial yang berkelanjutan.

Panas Bumi Dinilai Membuka Peluang Produksi Hidrogen Hijau

Ahmad Yani menilai proyek percontohan tersebut membuka peluang baru bagi pemanfaatan energi panas bumi yang selama ini dikenal sebagai sumber pembangkit listrik bersih.

Menurutnya, energi panas bumi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber produksi hidrogen hijau.

Ahmad Yani mengatakan, "Jadi masa depan geothermal itu bukan hanya diukur sebagai bagaimana menghasilkan energi bersih dalam bentuk listrik, tetapi juga ada peluang lain yang bisa kita kembangkan, dalam hal ini seperti green hydrogen."

Fasilitas proyek di Ulubelu tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi hidrogen hijau, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran teknologi hidrogen.

Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk menguji kelayakan komersial proyek sekaligus melakukan studi pasar guna memetakan potensi permintaan hidrogen hijau pada tahap pengembangan berikutnya.

Penulis :
Leon Weldrick