HOME  ⁄  Ekonomi

Gelombang Panas dan Karhutla Melanda Eropa, Kekeringan Ganggu Pasokan Air hingga Aktivitas Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gelombang Panas dan Karhutla Melanda Eropa, Kekeringan Ganggu Pasokan Air hingga Aktivitas Ekonomi
Foto: (Sumber :Foto yang diabadikan pada 2 Agustus 2026 ini menunjukkan sejumlah wisatawan mengunjungi Kota Verona di Italia. (Xinhua/Alberto Lingria)Asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membubung dari lereng Gunung Poikilo sebagaimana terlihat dari Distrik Haidari di Athena barat, Yunani, pada 31 Juli 2026. (Xinhua/Lefteris Partsalis).

Pantau - Eropa menghadapi gelombang panas berkepanjangan dan kekeringan yang meluas sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta mengganggu pasokan air minum, produksi listrik, sektor pertanian, transportasi pedalaman, dan aktivitas ekonomi di berbagai negara.

Dampak Gelombang Panas di Sejumlah Negara

Kondisi cuaca ekstrem tersebut terlihat di berbagai wilayah Eropa, termasuk Italia dan Yunani, yang terdampak suhu tinggi serta kekeringan dalam beberapa waktu terakhir.

Di Italia, lahan pertanian di sekitar Sungai Po di Mantova tampak mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan.

Sejumlah wisatawan juga tetap beraktivitas di Kota Verona, Italia, di tengah gelombang panas yang melanda kawasan tersebut.

Karhutla Perparah Kondisi Lingkungan

Di Yunani, asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan membubung dari lereng Gunung Poikilo dan terlihat dari Distrik Haidari di Athena bagian barat.

Gelombang panas berkepanjangan dan kekeringan dinilai memperburuk risiko kebakaran hutan serta meningkatkan tekanan terhadap berbagai sektor penting yang menopang kehidupan masyarakat di Benua Biru.

Kondisi tersebut terus menjadi perhatian karena berdampak pada keberlangsungan aktivitas sehari-hari, ketahanan pangan, pasokan energi, serta sistem transportasi di sejumlah wilayah Eropa.

Penulis :
Ahmad Yusuf