HOME  ⁄  Nasional

KLH Minta Pemda Prioritaskan Pengolahan Sampah Sisa Makanan untuk Tekan Emisi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KLH Minta Pemda Prioritaskan Pengolahan Sampah Sisa Makanan untuk Tekan Emisi
Foto: Tangkapan layar - Koordinator Kelompok Kerja Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Kementerian Lingkungan Hidup Andina Novita Tas’an menjadi penanggap dalam Methane Emissions Reduction Initiative for Transparency (MERIT) Conference 2026 di Jakarta, Selasa 22/9/2026 (sumber: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta pemerintah daerah kabupaten dan kota memprioritaskan pengolahan sampah sisa makanan sebagai langkah awal dalam menyelesaikan persoalan sampah sekaligus meminimalkan emisi yang dihasilkan dari proses pengolahannya.

Koordinator Kelompok Kerja Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Sanitary Landfill, dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca KLH Andina Novita Tas’an mengatakan penyelesaian persoalan sampah menjadi prioritas utama yang harus dipastikan pemerintah daerah.

"Yang menjadi PR daerah, kabupaten/kota adalah sampahnya selesai. Jadi, itu adalah prioritas utama, sampahnya selesai. Nah, sampah apa yang wajib dan prioritas diselesaikan pertama itu adalah sampah sisa makanan," ungkap Andina.

Pernyataan tersebut disampaikan Andina saat menjadi narasumber dalam Methane Emissions Reduction Initiative for Transparency (MERIT) Conference 2026 di Jakarta, Selasa.

Pengolahan Sampah Didorong Dekat dengan Sumber

Andina menjelaskan sampah sisa makanan sebaiknya diolah sedekat mungkin dengan sumber sampah, bahkan secara mandiri apabila tersedia metode yang sesuai dengan kondisi daerah.

Menurut dia, metode pengolahan yang lokasinya paling dekat dengan sumber sampah perlu ditempatkan sebagai prioritas.

"Jadi kalau misalnya ada metodologi untuk mengolah sampah sisa makanan, paling dekat dari sumber atau bahkan bisa diolah sendiri, maka itu adalah prioritas utama," ungkap Andina.

Pengomposan menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk menangani sampah sisa makanan di daerah.

Rumah kompos juga dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan sampah sisa makanan.

Teknologi Pengolahan Disesuaikan dengan Kondisi Daerah

Setelah pengolahan sampah sisa makanan menjadi prioritas, pemerintah daerah dapat menentukan teknologi pengolahan yang paling sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Pemilihan teknologi tersebut juga perlu mempertimbangkan upaya untuk meminimalkan emisi yang dihasilkan dalam proses pengolahan sampah.

"Setelah itu, baru kita masuk pada teknologi pengolahan apa sih yang paling tepat untuk meminimalisir keluarnya emisi, baru kita masuk di situ," ungkap Andina.

Andina menjelaskan metode pengolahan sampah tidak dapat diseragamkan karena setiap daerah memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda.

Selain pengomposan, pemerintah daerah dapat menggunakan teknologi pengolahan yang lebih tinggi untuk menangani jenis sampah dengan karakteristik tertentu.

Kondisi spesifik setiap daerah menjadi pertimbangan dalam menentukan metode dan teknologi pengolahan yang akan diterapkan setelah sampah sisa makanan ditempatkan sebagai prioritas penanganan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026