HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Catat 4.185 Pesantren Terima Bantuan Inkubasi Bisnis, Ribuan Bertransformasi Menjadi Bumpes

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenag Catat 4.185 Pesantren Terima Bantuan Inkubasi Bisnis, Ribuan Bertransformasi Menjadi Bumpes
Foto: Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said saat peluncuran logo Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa 22/9/2026 (sumber: ANTARA/Asep Firmansyah)

Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 4.185 pondok pesantren telah menerima bantuan inkubasi bisnis melalui program kemandirian ekonomi pesantren sepanjang 2021 hingga 2025.

Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan ribuan pesantren penerima program tersebut telah bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Pesantren (Bumpes).

"Dari 4.000-an itu bertransformasi menjadi Bumpes, Badan Usaha Milik Pesantren," ungkap Basnang saat peluncuran logo Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa.

Program kemandirian ekonomi pesantren yang diluncurkan sejak 2021 tersebut ditujukan untuk mendukung penguatan ekonomi dan kewirausahaan di lingkungan pesantren.

Kemenag Siapkan Expo Kemandirian Pesantren

Pesantren yang telah memiliki kekuatan ekonomi akan turut meramaikan rangkaian peringatan Hari Santri 2026 melalui Expo Kemandirian Pesantren.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16-24 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta.

Expo Kemandirian Pesantren akan menampilkan berbagai potensi sekaligus capaian pesantren dalam mengembangkan kemandirian ekonomi.

Kemenag menekankan pesantren tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia di bidang ekonomi.

Menurut Basnang, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam membantu pengembangan kewirausahaan pesantren yang turut berkontribusi terhadap penguatan perekonomian masyarakat.

Berbagai produk pesantren akan dipamerkan, mulai dari makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, hingga produk khas lainnya.

"Temanya mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta produk-produk khas lainnya. Semuanya nanti akan kita pamerkan dan semoga juga memiliki nilai ekonomi," kata Basnang.

Pesantren Bangun Ekosistem Ekonomi Masyarakat

Basnang menjelaskan keberadaan pesantren tidak hanya berkaitan dengan santri dan kiai, tetapi juga berperan membangun ekosistem ekonomi di tengah masyarakat.

Aktivitas santri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat membuka peluang usaha sekaligus membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar pesantren.

Basnang mencontohkan penjual donat di luar lingkungan pesantren yang dapat memperoleh manfaat ekonomi karena produknya dibeli para santri.

Aktivitas tersebut menunjukkan ekosistem ekonomi pesantren dapat memberikan manfaat bukan hanya kepada pihak di dalam pesantren, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

"Bayangkan misalnya ada penjual donat yang kemudian Santri bisa beli di luar. Kemudian sehingga ekosistem pesantren itu bukan hanya mensejahterakan orang yang ada di pesantren, tapi juga masyarakat yang ada di sekitar pesantren," ungkap Basnang.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026