
Pantau - Rencana pengembangan pertambangan tembaga dan emas Blok Elang oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, diperkirakan membutuhkan investasi awal sekitar Rp6 triliun hingga Rp8 triliun dengan kebutuhan lahan lebih dari 60 hektare.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan perkiraan nilai investasi tersebut diperolehnya dari PT AMNT dan mencakup pembangunan fasilitas produksi serta berbagai fasilitas pendukung kegiatan pertambangan.
"Investasi awalnya sekitar Rp6 triliun sampai Rp8 triliun dengan kebutuhan lahan lebih dari 60 hektare," ungkap Jarot dalam konsultasi publik studi kelayakan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana kegiatan pertambangan Blok Elang di Sumbawa, Selasa.
Pembangunan fasilitas produksi ditargetkan memasuki tahap konstruksi mulai pertengahan 2027 setelah seluruh tahapan kajian dan persyaratan pengembangan pertambangan diselesaikan.
Investasi Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Jarot menilai investasi Blok Elang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di Kabupaten Sumbawa, tetapi manfaatnya harus dapat dirasakan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
Pengembangan pertambangan tersebut juga harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan tidak membuat masyarakat setempat tersingkir dari aktivitas ekonomi yang muncul.
"Kita sambut investasi yang masuk, dengan catatan jangan industri masuk tetapi masyarakat yang wajib malah disingkirkan. Jangan sampai rakyat tidak sejahtera," tegas Jarot.
Vice President AMMAN Syamsul Kepli menjelaskan konsultasi publik merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan Amdal untuk menghimpun saran, pendapat, tanggapan, serta informasi dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Menurut dia, pengetahuan masyarakat tentang lingkungan, kondisi sosial budaya, dan karakteristik wilayah di sekitar proyek diperlukan untuk memperkaya kajian yang sedang disusun.
"Pengetahuan masyarakat mengenai kondisi lingkungan, sosial budaya, dan karakteristik wilayah menjadi masukan penting untuk memperkaya kajian Amdal," ungkap Syamsul.
Dalam konsultasi publik tersebut, AMMAN memaparkan rencana pengembangan Proyek Elang, ruang lingkup kajian Amdal, tahapan pengembangan proyek, serta mekanisme keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen lingkungan.
Blok Elang Direncanakan Menggunakan Sistem Tambang Terbuka
Proyek Elang berlokasi sekitar 56 kilometer di sebelah timur Tambang Batu Hijau dengan area pengembangan yang mencakup Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.
AMMAN merencanakan kegiatan utama proyek berupa penambangan bijih tembaga dan emas menggunakan sistem tambang terbuka.
Kegiatan pertambangan tersebut akan didukung akses transportasi, penyediaan energi dan air, fasilitas operasional dan pemeliharaan peralatan, serta sarana pendukung bagi tenaga kerja.
Pengembangan tambang terbuka Blok Elang juga dikaitkan dengan rencana penguatan hilirisasi mineral, termasuk dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) smelter tembaga.
Saat ini, rencana pengembangan Blok Elang masih berada pada tahap eksplorasi sehingga penyusunan Amdal dan kajian zona awal masih harus diselesaikan sebelum proyek berlanjut ke tahapan berikutnya.
Setelah penyusunan Amdal dan kajian zona awal selesai, pemerintah bersama pihak terkait akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum pengembangan memasuki tahap konstruksi.
Konsultasi publik tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah, DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat, agama, dan adat.
- Penulis :
- Leon Weldrick




