
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026 terkait percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Rencana kunjungan tersebut disampaikan Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Selain Ursula von der Leyen, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic juga direncanakan datang ke Indonesia dalam rangka proses penyelesaian IEU-CEPA.
"Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maros untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November," ungkap Airlangga.
Prabowo Minta IEU-CEPA Segera Dituntaskan
Airlangga mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar proses penyelesaian IEU-CEPA dapat segera dituntaskan.
Saat ini, IEU-CEPA telah memasuki tahap akhir menuju proses penandatanganan dan ratifikasi.
Proses tersebut tengah berada pada tahap penyelesaian kelengkapan dokumen dalam bahasa Inggris sebelum dibawa ke Parlemen Eropa.
"IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi," kata Airlangga.
Setelah tahapan di Parlemen Eropa, Indonesia akan melanjutkan proses ratifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Dokumen IEU-CEPA juga akan dibawa ke parlemen di Indonesia untuk menjalani proses ratifikasi.
Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA berlangsung pada semester kedua 2026 sehingga perjanjian tersebut diharapkan dapat mulai diterapkan pada awal 2027.
IEU-CEPA Diproyeksikan Perluas Pasar dan Investasi
Kesepakatan IEU-CEPA diproyeksikan memperluas akses pasar serta meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.
Selain perdagangan, perjanjian tersebut diharapkan mendorong peningkatan investasi dan memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak.
Percepatan penyelesaian IEU-CEPA menjadi bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Sebelumnya, Prabowo juga menekankan pentingnya hubungan antara Indonesia dan Eropa.
Menurut Prabowo, penyelesaian perundingan IEU-CEPA akan memberikan manfaat besar bagi dunia usaha di Indonesia maupun Eropa.
- Penulis :
- Arian Mesa




