
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pemerintah terus memperkuat pasar kerja berbasis keterampilan agar kompetensi tenaga kerja semakin relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Yassierli menyampaikan langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi ketimpangan antara keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha yang berubah semakin cepat.
“Pasar kerja saat ini yang dicari adalah keterampilan (skills), dan saya yakin bahwa skills first adalah salah satu kunci agar kita tetap kompetitif,” ungkap Yassierli.
Pemerintah Dorong Rekrutmen Berbasis Kompetensi
Yassierli menjelaskan lebih dari 80 persen perusahaan di berbagai negara masih mengalami kesulitan memperoleh tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
Ia menambahkan sekitar 36 persen pekerja mengalami mismatch, yakni kondisi ketika kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan.
“Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa pendidikan formal dan kualifikasi akademis di atas kertas tidak lagi menjadi jaminan mutlak kompetensi nyata seseorang,” ujarnya.
Pemerintah berkomitmen mengubah pendekatan menuju pasar kerja berbasis keterampilan dengan menjadikan kompetensi sebagai pertimbangan utama dalam proses rekrutmen dan pengembangan tenaga kerja.
Pembelajaran Modular dan Rekognisi Kompetensi Diperkuat
Mengacu pada pandangan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pemerintah akan memperkuat pengembangan keterampilan melalui pembelajaran modular dan mikrokredensial sebagai bukti kompetensi yang lebih spesifik.
Pemerintah juga akan memperluas pengakuan terhadap keterampilan yang telah dimiliki seseorang melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau.
Selain itu, dunia usaha didorong untuk menerapkan proses rekrutmen yang lebih mengutamakan keterampilan dibandingkan sekadar kualifikasi akademik.
Yassierli berharap sinergi pemerintah dan dunia usaha dapat mempercepat terwujudnya pasar kerja yang mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja sehingga meningkatkan daya saing nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah fragmentasi global.
- Penulis :
- Aditya Yohan



