
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat pada perdagangan Rabu setelah investor kembali bersikap risk on seiring membaiknya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang turut mendorong penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG dibuka naik 18,98 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.338,59, sedangkan Indeks LQ45 menguat 1,25 poin atau 0,20 persen ke level 636,46.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan, "Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.246-6.211, berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 6.377, kemudian 6.450, hingga 6.500. Sementara, apabila kembali bergerak di bawah EMA50, IHSG berpotensi mengalami pullback sehat dengan area support berada di 6.246, 6.211, dan 6.161."
Sentimen Geopolitik Dorong Optimisme Pasar
Liza menjelaskan sentimen positif datang dari optimisme terhadap upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan peluang tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin besar.
Qatar juga mengonfirmasi negosiasi masih berlangsung dengan fokus meredakan konflik dan memulihkan jalur pelayaran strategis tersebut.
"Harapan ini mendorong penurunan harga minyak dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko,” ungkap Liza.
Kebijakan AS Berpotensi Pengaruhi Rantai Pasok Global
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah menyiapkan kebijakan price floor dan tarif impor untuk polysilicon serta produk turunannya guna mengurangi dominasi China dalam rantai pasok semikonduktor dan panel surya.
Kebijakan yang diperkirakan diumumkan pada akhir Agustus 2026 setelah investigasi Section 232 Trade Expansion Act selesai itu berpotensi meningkatkan perlindungan bagi produsen domestik seperti Hemlock Semiconductor dan Wacker Chemie.
Liza menilai kebijakan tersebut juga dapat memicu kenaikan biaya produksi di industri semikonduktor, panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik konsumen sehingga berpotensi menambah ketidakpastian terhadap rantai pasok global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



