
Pantau - Kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul ke Indonesia menghasilkan penguatan kerja sama ekonomi melalui peluncuran Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 dengan target perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan PM Anutin di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi kunjungan resmi pertama pemimpin Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir sekaligus lawatan luar negeri perdana Anutin sejak menjabat sebagai perdana menteri.
Peta jalan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama di bidang keamanan, pembangunan ekonomi, dan sosial budaya sebagai landasan hubungan bilateral lima tahun ke depan.
Perdagangan dan Investasi Jadi Fokus Utama
Target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS dinilai realistis seiring tren peningkatan nilai perdagangan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia dan Thailand mencapai 17,67 miliar dolar AS pada 2025 atau tumbuh 1,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang semester pertama 2026, total perdagangan kedua negara telah mencapai 9,80 miliar dolar AS sehingga diproyeksikan mendekati 19,6 miliar dolar AS hingga akhir tahun.
Kedua negara juga sepakat membentuk Komisi Dagang Bersama untuk memperluas akses pasar dan mengurangi berbagai hambatan perdagangan.
Selain itu, Indonesia mencatat perbaikan neraca perdagangan dengan Thailand setelah defisit menyusut dari 3,05 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 2,02 miliar dolar AS pada 2024 dan tinggal 140,6 juta dolar AS pada 2025 berkat peningkatan ekspor nasional.
Perkuat Pendidikan dan Konektivitas
Indonesia dan Thailand turut menandatangani nota kesepahaman di bidang pendidikan yang ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti bersama Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong.
Kerja sama tersebut mencakup pertukaran pengetahuan dan mahasiswa sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia.
Di sektor transportasi, kedua negara menyepakati pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta–Bangkok dan Denpasar–Phuket untuk meningkatkan konektivitas.
Rute baru itu diharapkan memperkuat hubungan antarmasyarakat, mendukung wisata kesehatan, kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), serta pariwisata kapal pesiar yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
- Penulis :
- Aditya Yohan



