HOME  ⁄  Ekonomi

IPP Bakal Garap Mayoritas Proyek Pembangkit Hidro dalam RUPTL 2025–2034

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IPP Bakal Garap Mayoritas Proyek Pembangkit Hidro dalam RUPTL 2025–2034
Foto: (Sumber :Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar menyampaikan paparan pada Indonesia Hydropower Summit 2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026). (ANTARA/Aria Ananda).)

Pantau - PT PLN (Persero) menyatakan produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP) akan memegang porsi terbesar dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga air dan minihidro dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan kapasitas sekitar 10,55 gigawatt (GW) melalui 262 proyek.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan pengembangan oleh IPP menjadi yang terbesar dibandingkan peran PLN maupun subholding.

"IPP akan memegang peran yang sangat besar, lebih besar dari peran PLN maupun subholding," ungkap Suroso dalam Indonesia Hydropower Summit 2026 di Jakarta, Rabu.

IPP Kuasai Mayoritas Proyek Hidro

Suroso yang mewakili Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan RUPTL 2025–2034 memuat 315 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dengan total kapasitas 11.689,99 megawatt (MW).

Dari total tersebut, IPP akan mengembangkan PLTA berkapasitas 9.441 MW melalui 48 proyek.

Selain itu, IPP juga akan membangun PLTM berkapasitas 1.110,16 MW melalui 214 proyek.

Dengan demikian, IPP akan menangani 262 dari total 315 proyek hidro yang direncanakan dalam RUPTL.

PLN dan Subholding Tetap Ambil Bagian

PLN akan mengembangkan tujuh proyek PLTA dengan kapasitas total 361 MW.

PLN juga akan membangun 20 proyek PLTM dengan kapasitas keseluruhan 51,15 MW.

Sementara itu, subholding PLN akan mengembangkan 17 proyek PLTA berkapasitas 698,1 MW.

Subholding PLN juga mendapat porsi pembangunan sembilan proyek PLTM dengan kapasitas total 28,58 MW.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan