HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Kaltara Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Belasan Duta Besar Negara Sahabat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gubernur Kaltara Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Belasan Duta Besar Negara Sahabat
Foto: (Sumber :Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang ketika memaparkan potensi investasi strategis di Kaltara dalam Rakerkonas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026, di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara).)

Pantau - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada belasan duta besar dan perwakilan negara sahabat dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kaltara Tawarkan Beragam Sektor Investasi

Zainal A. Paliwang mengatakan peluang investasi yang ditawarkan mencakup sektor energi hijau, infrastruktur, hilirisasi industri, kelautan, manufaktur, hingga agrobisnis yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Kalimantan Utara.

Negara yang hadir dalam forum tersebut antara lain Belanda, Australia, Singapura, Brunei Darussalam, India, dan China.

“Kemarin (Selasa) saya di hadapan para duta besar menawarkan berbagai peluang investasi strategis di Kaltara,” ungkap Zainal.

Dalam agenda penjajakan kerja sama tersebut, Gubernur Kaltara memaparkan potensi investasi daerah kepada para diplomat dan pelaku usaha sebagai upaya menarik minat investor asing.

Unggulkan Posisi Strategis dan Infrastruktur

Zainal menjelaskan Kalimantan Utara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina serta masih menawarkan tingkat persaingan investasi yang relatif rendah.

"Karena Kaltara ini provinsi baru, kompetitornya belum ada di berbagai sektor. Manakala investor masuk duluan dan serius, kami dari pemerintah daerah siap membantu penuh untuk segala urusannya," ujarnya.

Di sektor energi, pemerintah daerah menawarkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang dan PLTA Sungai Kayan yang memiliki kapasitas gabungan mencapai 9.000 megawatt untuk mendukung kebutuhan listrik Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI).

Sementara itu, pada sektor infrastruktur, peluang investasi meliputi pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor serta jalan tol yang menghubungkan Tanjung Selor dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berharap promosi investasi tersebut dapat menarik minat investor internasional untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan