
Pantau - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menata akses menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon guna mendukung pengembangan kawasan perikanan sekaligus pariwisata.
Pemprov Jawa Barat siap membangun infrastruktur tambahan di sepanjang akses dari gerbang tol menuju PPN Kejawanan, termasuk memperbaiki jalan dan menata trotoar.
“Pemprov Jabar berterima kasih dan mendukung program ini (pengembangan PPN Kejawanan). Kami bersedia untuk melakukan pembangunan infrastruktur tambahan sepanjang jalan dari tol sampai pelabuhan,” kata Dedi di Cirebon, Kamis.
Jalan hingga Trotoar Masuk Rencana Penataan
Dedi mengatakan penataan akses diperlukan agar pengembangan PPN Kejawanan dapat ditunjang infrastruktur yang memadai seiring pertumbuhan aktivitas perikanan dan pariwisata di kawasan tersebut.
Dalam pembagian kewenangan, Pemprov Jawa Barat akan menangani ruas yang berstatus jalan provinsi, sedangkan perbaikan jalan nasional menuju PPN Kejawanan akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
Dedi juga memastikan penataan trotoar dari gerbang tol hingga kawasan PPN Kejawanan masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur Pemprov Jawa Barat pada 2027.
Penataan tersebut akan memperhatikan kondisi jalan, trotoar, penerangan, dan kebersihan kawasan untuk menunjang kegiatan ekonomi serta pariwisata di sekitar pelabuhan.
Dedi turut menekankan perlunya membersihkan akses dari gerbang tol menuju PPN Kejawanan dari bangunan liar yang berdiri di atas sungai.
Menurut dia, keberadaan bangunan tersebut berpotensi menghasilkan sampah dan limbah yang masuk ke aliran sungai sebelum terbawa hingga bermuara ke laut.
“Kalau ini sudah selesai tumbuh dengan baik, industri kelautannya berkembang, penangkapan ikannya tinggi, maka orientasinya bukan sekadar produksi kelautan, tapi produktivitas kepariwisataan,” ucap Dedi.
Kapasitas Pelabuhan Diproyeksikan Naik Jadi 500 Kapal
PPN Kejawanan Cirebon saat ini menjadi lokasi pengembangan Integrated Fishing Ports (IFP) and International Fish Markets (IFM) Project Phase-I di Jawa Barat.
Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, proyek tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas pelayanan PPN Kejawanan secara signifikan setelah pengembangan rampung.
Pada 2024, kapasitas pelayanan PPN Kejawanan tercatat sebanyak 241 unit kapal dan diproyeksikan meningkat menjadi 500 unit kapal setelah proyek selesai.
Produktivitas pelabuhan juga diproyeksikan melonjak dari 5.600 ton ikan menjadi 32.000 ton per tahun.
Pengembangan PPN Kejawanan diperkirakan turut meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 2.900 orang menjadi 8.000 orang setelah pembangunan pelabuhan selesai.
- Penulis :
- Shila Glorya




