HOME  ⁄  Nasional

Pratikno Tekankan Pemanfaatan Candi Harus Menjaga Kelestarian dan Menggerakkan Ekonomi Warga

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pratikno Tekankan Pemanfaatan Candi Harus Menjaga Kelestarian dan Menggerakkan Ekonomi Warga
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Praktikno memberikan keterangan pers MoU pemanfaatan candi untuk keagamaan di Kemenag, Jakarta, Kamis 17/9/2026 (sumber: ANTARA/Asep Firmansyah)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pemanfaatan candi untuk kegiatan keagamaan harus tetap menjaga kelestarian cagar budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Pratikno menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Kamis, saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU terkait pemanfaatan sejumlah candi untuk kegiatan keagamaan.

"MoU ini sungguh komitmen awal yang luar biasa untuk merawat dan menghidupkan warisan-warisan budaya kita yang luar biasa," kata Pratikno.

Nota kesepahaman tersebut mencakup pemanfaatan Candi Prambanan, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon untuk kegiatan keagamaan.

Candi Jadi Ruang Ibadah sekaligus Simbol Keberagaman

Menurut Pratikno, candi bukan sekadar karya sipil ataupun arsitektur, tetapi memiliki nilai akhlak, keagamaan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta peradaban yang harus terus dijaga.

Karena itu, pemanfaatan candi sebagai ruang kegiatan keagamaan perlu mempertemukan kepentingan agama, ilmu pengetahuan, kebudayaan, hingga perekonomian masyarakat.

"Umat dapat beribadah dengan tenang. Umat Hindu di Prambanan, umat Buddha di Borobudur, dan candi juga harus tetap lestari. Inilah simbol keberagaman yang harus kita rawat," ujar Pratikno.

Menurut Pratikno, pemanfaatan candi untuk kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari upaya merawat kerukunan di tengah masyarakat.

Pemanfaatan tersebut sekaligus dapat menjadi sarana memajukan kebudayaan serta memberikan ruang kepada umat untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

Kegiatan Keagamaan Diharapkan Dongkrak Ekonomi Warga

Pratikno mengatakan kegiatan keagamaan di kawasan candi juga diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ia menyoroti besarnya potensi kegiatan keagamaan dalam menggerakkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Sebagai contoh, Pratikno menyebut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Semarang yang meningkatkan tingkat hunian akomodasi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Atas dasar itu, pemanfaatan kawasan candi harus tetap memperhatikan kepentingan wisatawan serta masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Wisatawan diharapkan tetap dapat menikmati warisan sejarah dan kebudayaan serta memperoleh pengalaman yang bermakna ketika mengunjungi kawasan candi.

Pada saat yang sama, masyarakat sekitar diharapkan memperoleh manfaat ekonomi dari berbagai aktivitas keagamaan dan pariwisata yang berlangsung di kawasan tersebut.

Kementerian hingga Pemda Berbagi Peran

Pratikno menyebut Kementerian Agama berperan memastikan kehidupan keagamaan umat dapat difasilitasi dengan tetap menjunjung penuh toleransi dan keberagaman.

Kementerian Kebudayaan berperan memastikan pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya dapat dilakukan dengan baik.

Kementerian Pariwisata diharapkan memberikan dukungan terhadap pengembangan wisata religi yang berkelanjutan.

BP BUMN turut diharapkan mendukung kemudahan serta pengembangan ekosistem di sekitar kawasan destinasi.

Pemerintah daerah juga memiliki peran memastikan masyarakat dan lingkungan sekitar dapat berpartisipasi dalam aktivitas pariwisata dan keagamaan.

Selain memberikan ruang partisipasi, pemerintah daerah diharapkan memastikan masyarakat sekitar turut menikmati manfaat ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata dan keagamaan di kawasan candi.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026