
Pantau - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing, China, Kamis, 17 September 2026, untuk membahas penguatan kerja sama Indonesia-China di berbagai sektor strategis.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut menyampaikan Indonesia ingin mempelajari pengalaman pembangunan China, termasuk pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15.
"Indonesia berharap dapat mempelajari pengalaman keberhasilan China dalam melaksanakan Rencana Lima Tahun ke-15 serta memperkuat kerja sama dengan China di berbagai industri strategis baru, seperti kecerdasan buatan, bioteknologi, layanan kesehatan, manufaktur maju, dan keuangan digital," kata Luhut seperti dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA di Beijing, Kamis.
Indonesia Bidik Kerja Sama Industri Strategis
Selain industri strategis baru, Indonesia ingin meningkatkan kerja sama dengan China di sektor pertambangan dan pengembangan sumber daya manusia.
Indonesia juga menjajaki peluang produksi bersama, penelitian dan pengembangan, serta inovasi antara kedua negara.
"Indonesia juga ingin memperkuat kerja sama di bidang pertambangan dan pengembangan sumber daya manusia, serta menjajaki produksi, penelitian dan pengembangan, dan inovasi bersama," tambah Luhut dalam keterangan tertulis itu.
Luhut mengatakan Indonesia sangat mementingkan hubungannya dengan China karena persahabatan dan rasa saling percaya kedua negara telah terjalin erat.
"China merupakan mitra strategis Indonesia yang paling dapat diandalkan dan bersifat jangka panjang dalam proses pembangunan nasional. Pembangunan Indonesia tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi China, persahabatan kedua negara juga semakin memperoleh tempat di hati masyarakat Indonesia," ungkap Luhut.
Luhut menegaskan Indonesia bersedia bekerja sama dengan China untuk menerjemahkan kemitraan strategis komprehensif menjadi lebih banyak hasil kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Pertemuan di Beijing tersebut bukan pertemuan pertama Luhut dengan Wang Yi dalam waktu dekat.
Keduanya sebelumnya bertemu di Jakarta pada 22 Agustus 2026 ketika Wang Yi menghadiri pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif atau Comprehensive Strategic Dialogue (CSD).
Pada kesempatan tersebut, Wang Yi juga menghadiri Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
China Dorong Penyelarasan Strategi Pembangunan
Wang Yi mengatakan rangkaian pertemuan bilateral Indonesia-China telah meningkatkan pemahaman dan kepercayaan di antara kedua pihak.
"China dan Indonesia merupakan dua negara besar sekaligus representasi perekonomian berkembang. Pendalaman komunikasi strategis dan penguatan kerja sama strategis antara kedua negara tidak hanya sejalan dengan kepentingan rakyat kedua negara, tetapi juga memiliki pengaruh penting yang melampaui hubungan bilateral," kata Wang Yi.
Wang Yi mengatakan China menyambut percepatan pembangunan Indonesia dan bersedia bekerja sama untuk mendorong negara-negara Global South memperkuat diri secara kolektif.
"Kerja sama China–Indonesia tidak hanya memiliki landasan yang kuat, tetapi juga menunjukkan prospek baru. Kedua negara perlu memperkuat penyelarasan strategi pembangunan serta mendorong transformasi dan peningkatan kerja sama," tambah Wang Yi.
Menurut Wang Yi, Indonesia dan China akan tetap melanjutkan kerja sama tradisional di bidang energi dan sumber daya mineral, infrastruktur, serta kawasan industri.
China juga menyatakan bersedia mengembangkan kerja sama baru dengan Indonesia dalam bidang kecerdasan buatan, biofarmasi, teknologi informasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
"Keputusan Presiden Prabowo agar Indonesia bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia merupakan pilihan yang bijaksana. China bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kemajuan dan kemaslahatan, serta bersifat inklusif," tambah Wang Yi.
China juga menyatakan bersedia membantu Indonesia meningkatkan kapasitas pembangunan secara mandiri dan mempercepat proses modernisasi.
"China juga berharap Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan memberikan dukungan kebijakan yang kuat bagi perkembangan perusahaan-perusahaan China secara stabil dan berkelanjutan di Indonesia," tegas Wang Yi.
Wang Yi berharap DEN di bawah kepemimpinan Luhut dapat terus memberikan kontribusi baru terhadap hubungan kedua negara, khususnya dalam mendorong lebih banyak kerja sama Indonesia-China yang saling menguntungkan.
- Penulis :
- Shila Glorya




