
Pantau - Pangkoops TNI Habema Brigadir Jenderal TNI Riyanto memerintahkan bantuan evakuasi udara terhadap Sinta Bilolo, istri almarhum Aris Sanda yang menjadi korban pembunuhan kelompok bersenjata OPM, dari Distrik Mbua menuju Wamena pada Kamis.
Evakuasi melalui jalur udara dilakukan karena pelayanan transportasi darat pada jalur Mbua–Wamena mengalami hambatan sehingga belum memungkinkan untuk digunakan.
"Kami memerintahkan evakuasi istri korban pembunuhan OPM melalui jalur udara karena terhambatnya pelayanan transportasi darat pada jalur Mbua–Wamena," kata Riyanto dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis.
Riyanto mengatakan bantuan evakuasi diberikan untuk memastikan Sinta dapat melakukan perjalanan menuju Wamena dengan aman di tengah keterbatasan akses transportasi darat.
Sinta Dievakuasi dengan Helikopter dan Pesawat
Dalam proses evakuasi, Sinta didampingi dua orang, yakni Haryati dan Murni, dengan perjalanan udara dilakukan secara bertahap dari Mbua menuju Kenyam hingga Wamena.
Sinta bersama dua pendampingnya terlebih dahulu dievakuasi dari Mbua menuju Kenyam menggunakan helikopter Bell dan Fennec.
Setelah tiba di Kenyam, ketiganya melanjutkan perjalanan menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan.
"Dari Mbua, Ibu Sinta bersama dua pendamping, Ibu Haryati dan Ibu Murni, dievakuasi menggunakan helikopter Bell dan Fennec menuju Kenyam. Setibanya di Kenyam, ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan, seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar," ujarnya.
Riyanto memastikan seluruh rangkaian evakuasi sejak keberangkatan dari Mbua hingga menuju Wamena berlangsung aman dan lancar.
Keselamatan dan Kemanusiaan Jadi Pertimbangan
Riyanto menjelaskan bantuan transportasi udara tersebut diberikan atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan keselamatan keluarga yang sedang membutuhkan dukungan perjalanan.
Sinta disebut sedang dalam suasana duka setelah suaminya, Aris Sanda, menjadi korban pembunuhan.
"Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi udara agar beliau bersama pendamping dapat sampai ke Wamena dengan selamat, dalam keadaan seperti ini keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas," katanya.
Pangkoops TNI Habema menegaskan kondisi geografis maupun keterbatasan akses transportasi tidak boleh menjadi penghalang ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Menurut Riyanto, kehadiran negara harus dapat dirasakan masyarakat terutama ketika mereka sedang berada dalam kondisi yang paling membutuhkan bantuan.
Kehadiran tersebut, menurutnya, diwujudkan melalui pemberian rasa aman, bantuan perjalanan, serta memastikan masyarakat tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri.
"Bagi kami, kehadiran negara harus dapat dirasakan pada saat masyarakat paling membutuhkan. Hadir memberikan rasa aman, membantu perjalanan dan memastikan mereka tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri," ujarnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick




