
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat akses kerja bagi penyandang disabilitas melalui peningkatan kompetensi, penguatan program pelatihan, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha agar lebih banyak tenaga kerja disabilitas terserap sesuai kebutuhan pasar.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan penguatan kompetensi menjadi kunci agar penyandang disabilitas memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja.
“Isu paling penting yang sedang diperjuangkan saat ini adalah pelatihan dan pembekalan terkait penyandang disabilitas agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," ungkap Yassierli.
Yassierli meminta seluruh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) maupun Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) di seluruh Indonesia lebih proaktif menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami terus mendorong balai-balai, baik BPVP maupun BPKK di seluruh Indonesia agar lebih proaktif dalam memberikan kontribusi nyata, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam dunia kerja,” ujarnya.
Sebagai contoh, BPKK Kendari, Sulawesi Tenggara, saat ini memberikan pelatihan dan pembekalan kepada 40 penyandang disabilitas sebelum ditempatkan pada sektor industri ringan.
Untuk memperluas peluang kerja, BPKK Kendari akan menggelar kegiatan di Makassar yang mempertemukan sekitar 50 perusahaan yang berkomitmen mempekerjakan penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif.
Yassierli menegaskan BPKK Kendari memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi penyelenggara pelatihan, tetapi juga penggerak kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kesempatan kerja.
“Balai ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga motor penggerak kolaborasi untuk masyarakat di wilayah kerjanya melalui berbagai tugas dan fungsi yang maksimal,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



