
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penggunaan air sepanjang 2025 turun 22,16 persen atau 203,93 megaliter dibandingkan tahun sebelumnya, seiring upaya meningkatkan efisiensi sumber daya melalui teknologi daur ulang air dan pengelolaan operasional yang lebih berkelanjutan.
Efisiensi Air Diperkuat di Seluruh Operasional
KAI mencatat penggunaan air pada 2025 mencapai 716,30 megaliter, turun dari 920,23 megaliter pada 2024 atau setara penghematan 203,93 juta liter air.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan efisiensi air menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pelayanan publik di tengah tekanan perubahan iklim dan musim kemarau.
"Air digunakan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pekerja, kebersihan sarana, serta fasilitas operasional. Karena itu, setiap penurunan penggunaan air harus dicapai melalui pengukuran, pengendalian, dan teknologi yang tetap menjaga standar kebersihan serta kenyamanan pelayanan," ungkapnya.
Penurunan penggunaan terjadi pada seluruh sumber air, mulai dari air permukaan, air tanah, hingga pasokan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang digunakan untuk sanitasi, toilet, tempat wudu, kebutuhan pelanggan, serta pencucian sarana perkeretaapian.
Teknologi ATWP Dukung Penggunaan Air Lebih Efisien
KAI memanfaatkan teknologi Automatic Train Wash Plant (ATWP) pada LRT Jabodebek yang mampu mencuci rangkaian kereta secara otomatis dengan penggunaan air yang lebih hemat dibandingkan metode konvensional.
Sistem tersebut dilengkapi water treatment system yang menyaring air bekas pencucian dengan memisahkan tanah, pasir, oli, dan gemuk sebelum digunakan kembali dalam proses pencucian berikutnya.
Anne menjelaskan pengukuran konsumsi air dilakukan secara berkala di kantor pusat, seluruh wilayah operasional, dan entitas anak perusahaan agar pola penggunaan dapat terus dikendalikan.
"Penurunan sebesar 203,93 juta liter menunjukkan besarnya manfaat yang dapat dihasilkan melalui pengendalian pada berbagai unit. KAI akan terus memperkuat pengukuran, kedisiplinan penggunaan, dan penerapan teknologi pengolahan air agar setiap liter dimanfaatkan secara bertanggung jawab," ujarnya.
Ke depan, KAI akan melanjutkan evaluasi penggunaan air, terutama di wilayah yang menghadapi risiko kekeringan, guna menjaga keberlanjutan sumber daya sekaligus memastikan layanan perkeretaapian tetap bersih, andal, dan efisien.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



