HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Dorong Penguatan Pendidikan STEM untuk Atasi Kesenjangan Keterampilan Tenaga Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menaker Dorong Penguatan Pendidikan STEM untuk Atasi Kesenjangan Keterampilan Tenaga Kerja
Foto: (Sumber :​​​​​​​Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (tengah) membuka kegiatan Rapat Tahunan AMLI di Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong penguatan pendidikan Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) guna mengurangi kesenjangan keterampilan (skill mismatch) tenaga kerja di Indonesia.

Kesenjangan Keterampilan Masih Capai 30–40 Persen

Yassierli mengatakan kesenjangan kemampuan tenaga kerja di Indonesia masih berada pada kisaran 30 hingga 40 persen, baik secara vertikal maupun horizontal.

Ia menjelaskan kesenjangan vertikal terjadi ketika pekerjaan yang ditujukan bagi lulusan SMA diisi oleh lulusan sarjana, sedangkan kesenjangan horizontal terjadi ketika seseorang bekerja di luar bidang keilmuannya.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) bidang MIPA, diperlukan untuk memperkuat pendidikan STEM.

Ia mengungkapkan, "Ada sekian banyak dekan beserta jajarannya melakukan koordinasi, melakukan sinergi terkait dengan bagaimana mereka bisa mempersiapkan lulusan yang lebih baik. Jadi ini hal yang positif dan kita pasti dukung."

Kurikulum Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

Yassierli menegaskan kompetensi STEM merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki angkatan kerja agar mampu memenuhi kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Ia mengungkapkan, "Ini menjadi sebuah basic kompetensi yang penting untuk dimiliki oleh para pekerja kita nanti. Dunia industri memiliki peta kebutuhan jabatan tersendiri dan teman-teman di kampus memiliki profil program sendiri, program studi (yang harus lebih spesifik)."

Ketua AMLI Edy Cahyono menyatakan perguruan tinggi perlu terus berinovasi agar lulusan memiliki kompetensi yang mampu menjawab tantangan dunia kerja.

Sementara itu, Dekan FMIPA Universitas Negeri Jakarta Hadi Nasbey berharap forum tahunan AMLI menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat pengembangan kurikulum, pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan