
Pantau - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp33,73 triliun atau setara 51,26 persen dari target investasi tahunan yang ditetapkan sebesar sekitar Rp64 triliun.
Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma mengatakan capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ia mengungkapkan, "Pada semester I tahun 2025, dengan target investasi yang lebih rendah, capaian realisasi belum mencapai seperempat target. Tahun ini, meski target meningkat realisasi semester I sudah mencapai lebih dari 51 persen. Ini artinya perkembangannya sangat positif."
Realisasi investasi pada triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp18,07 triliun.
Realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp15,17 triliun.
Irnadi Kusuma mengatakan, "Capaian ini menjadi indikator iklim investasi di NTB tetap kondusif sekaligus mencerminkan perekonomian daerah terus tumbuh dan memiliki daya tahan kuat."
Menurut Irnadi Kusuma, pertumbuhan investasi pada sektor UMK maupun Non-UMK menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan realisasi investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Investasi Non-UMK Didominasi PMDN
Berdasarkan data realisasi investasi triwulan II periode April hingga Juni 2026, total investasi Non-UMK mencapai lebih dari Rp13,86 triliun.
Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp12,12 triliun atau 87,41 persen.
Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode yang sama mencapai Rp1,74 triliun atau 12,59 persen.
Pada investasi PMA, sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp10,23 triliun.
Sektor pertambangan pada PMA mencatat investasi sebesar Rp633,63 miliar.
Sektor hotel dan restoran pada PMA mencatat investasi sebesar Rp244,16 miliar.
Pada PMDN, sektor energi, listrik, gas, dan air menjadi sektor terbesar dengan realisasi Rp1,48 triliun.
Sektor pertambangan pada PMDN mencatat investasi sebesar Rp750,90 miliar.
Sektor pertanian pada PMDN mencatat investasi sebesar Rp37,50 miliar.
Irnadi Kusuma menyebutkan, "Kalau negara asal PMA terbesar investor asing di NTB pada triwulan II 2026 didominasi oleh tiga negara utama, yakni gabungan berbagai negara sebesar 128,04 juta dolar AS atau Rp2,254 triliun, selanjutnya Spanyol 6,03 juta dolar AS atau Rp103,28 miliar, dan Australia 4,7 juta dolar AS atau Rp77,98 miliar."
Berdasarkan wilayah, realisasi investasi gabungan PMDN dan PMA tertinggi pada triwulan I berada di Kabupaten Sumbawa Barat dengan nilai lebih dari Rp11,444 triliun.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Dompu dengan lebih dari Rp1,593 triliun.
Posisi ketiga ditempati Kabupaten Lombok Tengah dengan lebih dari Rp616,266 miliar.
Pada triwulan II, realisasi PMDN tertinggi berada di Kabupaten Sumbawa Barat dengan lebih dari Rp11,122 triliun.
Kota Mataram berada di posisi kedua PMDN dengan lebih dari Rp388,060 miliar.
Kabupaten Lombok Barat menempati posisi ketiga PMDN dengan lebih dari Rp289,593 miliar.
Untuk PMA triwulan II, Kabupaten Dompu menjadi daerah dengan realisasi tertinggi, yakni lebih dari Rp1,554 triliun.
Kabupaten Lombok Tengah berada di posisi kedua PMA dengan lebih dari Rp576,049 miliar.
Kabupaten Sumbawa Barat berada di posisi ketiga PMA dengan lebih dari Rp322,083 miliar.
Investasi UMKM Naik 22,28 Persen
Irnadi Kusuma mengatakan investasi sektor UMKM juga mengalami peningkatan pada semester I 2026.
Ia menjelaskan, "Selain kelompok usaha besar, investasi pada sektor UKM juga mencatat kenaikan. Di mana semester I tahun 2026 mencatatkan realisasi sebesar Rp496,67 miliar. Angka ini melonjak 22,28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebesar Rp406,19 miliar."
Realisasi investasi sektor UMKM pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp496,67 miliar atau meningkat 22,28 persen dibandingkan semester I 2025 yang mencapai Rp406,19 miliar.
Irnadi Kusuma menjelaskan pengalaman pada 2025 menunjukkan investasi UMKM menjadi faktor penentu keberhasilan NTB mencapai realisasi investasi sebesar 100,2 persen.
Ia mengatakan, "Pemerintah menargetkan realisasi investasi UMKM mampu menembus Rp1 triliun hingga akhir 2026 melalui berbagai program pendampingan, digitalisasi usaha, kemudahan perizinan, serta perluasan akses pembiayaan."
DPMPTSP NTB berkomitmen memberikan kemudahan berusaha, perlindungan usaha, serta pemberdayaan bagi koperasi dan UMKM sesuai implementasi PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi serta UMKM.
Irnadi Kusuma menegaskan, “Kami optimistis target investasi tahun 2026 baik itu target dari BKPM Rp64,83 triliun serta target dalam RPJMD Rp68,43 triliun dapat terlampaui seiring dengan semakin kondusifnya iklim investasi di NTB.”
- Penulis :
- Leon Weldrick



