
Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat menguat 26 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.897 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.923 per dolar AS.
Rupiah Berbalik Menguat Usai Rilis Cadangan Devisa
Rupiah sempat dibuka melemah pada awal perdagangan akibat data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat.
Rupiah kemudian berbalik menguat setelah rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026 yang dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengungkapkan, "Rupiah dibuka melemah, sejalan dengan data ketenagakerjaan AS yang masih memperlihatkan resiliensi pada malam sebelumnya. Rupiah kemudian berbalik arah setelah rilis data cadangan devisa Indonesia di bulan Juli 2026, yang cenderung stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di tengah turbulensi ketidakpastian global di bulan Juli 2026."
Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS.
Posisi tersebut relatif stabil dibandingkan akhir Juni 2026 yang mencapai 145,6 miliar dolar AS atau hanya turun tipis sebesar 0,3 miliar dolar AS.
Bank Indonesia menyatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi cadangan devisa itu juga masih berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar tiga bulan impor.
Penguatan Rupiah Berlanjut, Investor Tunggu Data dan Pidato Kenegaraan
Sepanjang pekan ini, rupiah cenderung mengalami penguatan yang didukung oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Sentimen positif juga berasal dari data Produk Domestik Bruto Indonesia kuartal II-2026 yang melampaui ekspektasi pasar.
Secara mingguan, rupiah tercatat menguat sebesar 0,61 persen.
Josua Pardede mengatakan, "Pada pekan depan, rupiah berpotensi menguat terbatas di awal pekan, setelah rilis data NFP (Non-Farm Payrolls) dan pengangguran di bulan Juli 2026. Para investor juga cenderung mengantisipasi pengumuman pidato kenegaraan pada tanggal 14 Agustus 2026 mendatang. Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.825-Rp17.925 per dolar AS pada pekan depan."
Pada awal pekan depan, pasar akan mencermati dampak data Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Amerika Serikat periode Juli 2026 serta menunggu pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026.
Rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.825 hingga Rp17.925 per dolar AS pada pekan depan.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp17.913 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.919 per dolar AS.
- Penulis :
- Leon Weldrick



