
Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 memetakan potensi ekonomi biru di kawasan transmigrasi pesisir sebagai dasar penyusunan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ekonomi daerah.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan pembekalan kepada 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta.
Peserta TEP berasal dari 10 perguruan tinggi dan akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai daerah.
Hasil pemetaan diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan sesuai karakteristik masing-masing daerah sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Didit mengungkapkan, "Kami mengharapkan Tim Ekspedisi Patriot dapat memberikan masukan-masukan positif bagi KKP, sekaligus memetakan potensi-potensi di daerah sehingga pembangunan ekonomi biru dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan warga pesisir."
Ekonomi Biru Menjadi Strategi Penguatan Daerah
Didit menjelaskan pengembangan ekonomi biru menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap mengedepankan keberlanjutan sumber daya laut.
Upaya tersebut dilakukan melalui modernisasi sektor perikanan, penguatan rantai dingin, peningkatan nilai tambah komoditas perikanan agar lebih berdaya saing di pasar ekspor, serta pengembangan sektor budidaya.
KKP menargetkan pembangunan sekitar 40 ribu titik budidaya hingga 2029 untuk menciptakan keseimbangan antara kegiatan penangkapan ikan dan budidaya sehingga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya laut tetap terjaga.
Didit mengatakan, "Kita budidaya tematik lebih kurang 40 ribu. Dari 40 ribu ini, justru nanti yang namanya budidaya perairan, budi daya ikan, itu kita lakukan peningkatan ke depan. Sehingga terjadi keseimbangan antara penangkapan dan budidaya. Budidaya makin meningkat, penangkapan makin berkurang."
KKP juga membangun Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Sekitar 200 titik Program Kampung Nelayan Merah Putih berada di Papua.
Secara nasional pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026.
Riset dan Kolaborasi untuk Kawasan Pesisir
Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 diarahkan menghasilkan rekomendasi berbasis riset untuk mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya menyampaikan pemerintah mengalokasikan Rp226 miliar atau sekitar 35 persen dari anggaran Kementerian Transmigrasi 2026 untuk Program Transmigrasi Patriot.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung riset, pendampingan masyarakat, dan penerapan inovasi di kawasan transmigrasi.
Sekitar 65 persen anggaran Kementerian Transmigrasi juga dialokasikan untuk revitalisasi kawasan yang meliputi penyelesaian persoalan lahan, perbaikan akses jalan, serta peningkatan infrastruktur kelistrikan.
Didit meminta peserta TEP turut mengidentifikasi potensi dan tantangan pembangunan kawasan pesisir melalui penerapan konservasi.
KKP juga terus mendorong penguatan sistem ketertelusuran, modernisasi armada perikanan, pengaturan kuota dan waktu penangkapan ikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi nelayan.
KKP memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi agar inovasi dan hasil riset dapat mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir.
Didit mengatakan, “Kami ingin seluruh program ini berjalan secara berkelanjutan, dapat dirasakan manfaatnya, dan diterima masyarakat. Dengan dukungan Tim Ekspedisi Patriot, kami optimistis pembangunan ekonomi biru dapat semakin memperkuat kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.”
- Penulis :
- Arian Mesa



