
Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 memetakan kondisi kesehatan masyarakat dan layanan kesehatan dasar di kawasan transmigrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Permintaan tersebut disampaikan kepada 1.476 peserta TEP yang akan bertugas di berbagai kawasan transmigrasi untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan bersamaan dengan pemetaan potensi ekonomi.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengatakan, “Jadi ini PR (pekerjaan rumah) kita semua, nanti saya harapkan teman-teman Tim Ekspedisi Patriot selain melihat potensi ekonomi, juga melihat sumber daya manusianya ketika pergi ke lapangan,” ujarnya.
Pemetaan Mencakup Seluruh Kelompok Usia
Maria meminta peserta TEP memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat mulai dari bayi, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Peserta juga diminta mengidentifikasi akses masyarakat terhadap fasilitas serta layanan kesehatan dasar di kawasan transmigrasi.
Menurut Maria, peningkatan kualitas kesehatan menjadi faktor penting dalam mewujudkan Indonesia maju karena pembangunan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada masyarakat yang sehat dan produktif.
Penyakit Tidak Menular Jadi Tantangan
Maria menjelaskan angka harapan hidup masyarakat Indonesia saat ini rata-rata sekitar 74 tahun, sementara DKI Jakarta mencapai sekitar 76 tahun dan Papua Pegunungan berada di kisaran 67 hingga 68 tahun.
Ia menambahkan tantangan kesehatan saat ini ditandai dengan meningkatnya penyakit tidak menular sebagai penyebab utama kematian.
Stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi, disusul penyakit jantung, diabetes, dan gagal ginjal yang kini masuk dalam 10 besar penyebab kematian.
- Penulis :
- Aditya Yohan



