
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan pembangunan hunian vertikal dapat mendukung sistem transportasi massal sekaligus menjadi bagian penting dalam penataan ruang untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan saat bertemu dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah.
Hunian Vertikal dan Transportasi Perkotaan
Rachmat menegaskan pengalaman berbagai negara menunjukkan pembangunan hunian vertikal mampu menjaga ketersediaan lahan sekaligus mendukung sistem transportasi massal.
Ia menyampaikan rumah akan menentukan pola transportasi kota sehingga pembangunan kawasan permukiman harus dirancang secara terintegrasi.
Rachmat menjelaskan Mass Rapid Transit (MRT) tidak akan berkembang tanpa kawasan dengan tingkat kepadatan yang memadai.
Ia menambahkan pembangunan kawasan perkotaan juga membutuhkan sistem transportasi yang baik agar mobilitas masyarakat dapat berjalan secara efektif.
Rachmat menilai pendekatan pembangunan perumahan harus terintegrasi dengan tata ruang dan sistem transportasi.
Ia mengungkapkan, "Kalau kita tidak mulai sekarang, kita tidak akan pernah mulai."
Perumahan Dinilai Menjadi Pengungkit Ekonomi Nasional
Rachmat menyampaikan sektor perumahan memiliki peran strategis dalam siklus perekonomian nasional sehingga perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Ia mengungkapkan, "Perumahan di seluruh dunia selalu menjadi indikator ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, sektor perumahan yang pertama bergerak. Sebaliknya, ketika ekonomi melemah, sektor inilah yang pertama terdampak. Karena itu, saya berharap setelah berbagai program prioritas nasional berjalan, pembangunan perumahan juga menjadi pengungkit yang mampu menarik pertumbuhan sektor-sektor lainnya."
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah mengungkapkan kementeriannya telah menyusun kebijakan perumahan nasional berdasarkan kajian historis, kajian akademik, dan pengalaman berbagai negara.
Fahri mengatakan pembangunan perumahan merupakan fondasi transformasi dari negara berkembang menuju negara maju.
Ia mengungkapkan, “Agar rumah benar-benar terjangkau, negara harus memegang tiga instrumen utama, yaitu tanah, tata ruang, dan pembiayaan jangka panjang. Jika ketiganya dapat dikelola secara terpadu, kawasan kumuh dapat ditata tanpa penggusuran, pembangunan kota menjadi lebih terarah, dan masyarakat memperoleh hunian yang layak.”
- Penulis :
- Arian Mesa



