
Pantau - PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) mulai mengoperasikan dua lini produksi pasir kalsinasi atau roasted ore yang disebut memiliki spesifikasi terbesar di industri nikel Indonesia sebagai bagian dari modernisasi operasional perusahaan.
Setiap lini produksi dilengkapi kiln pengering berukuran Φ(phi) 5,8 × 50 meter dan rotary kiln berukuran Φ(phi) 5,8 × 125 meter.
President Director VDNI Xu Shaotang mengatakan pengoperasian fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari peningkatan kapasitas dan efisiensi perusahaan.
"Pengoperasian lini produksi pasir kalsinasi terbesar ini menjadi pencapaian strategis dalam modernisasi operasional perusahaan," ujar Xu Shaotang.
Menurut perusahaan, seluruh indikator produksi telah mencapai target setelah dua lini tersebut melewati masa uji coba.
VDNI Tingkatkan Kapasitas dan Efisiensi Produksi
Dua lini baru tersebut meningkatkan kapasitas pasokan pasir kalsinasi sekaligus menurunkan konsumsi energi dan biaya material per satuan produksi.
Pembangunan fasilitas peningkatan kapasitas tersebut dilakukan setelah China First Heavy Industries (CFHI) mengambil alih penuh operasional produksi VDNI pada 2023.
VDNI kemudian mendorong transformasi dan modernisasi operasional dengan menyesuaikan pengembangan fasilitas terhadap kondisi produksi di Indonesia.
"Di tengah dinamika dan penyesuaian persaingan industri, perusahaan tetap optimis terhadap prospek industri nikel di Indonesia serta terus memperkuat komitmen investasi jangka panjang," katanya.
Modernisasi Menjangkau Rantai Produksi
VDNI juga melakukan investasi untuk memodernisasi peralatan produksi melalui pembangunan gardu induk PLTU 220 kV berkapasitas lebih besar dan jalur penghancuran bijih.
Modernisasi lainnya mencakup pembaruan cooling tower pembangkit listrik dan generator Unit 3–6 serta peningkatan kapasitas tanur listrik di pabrik feronikel.
Perusahaan menyatakan proyek-proyek tersebut telah meningkatkan efisiensi operasional peralatan di sepanjang rantai produksi sekaligus mendukung stabilitas dan produktivitas.
VDNI selanjutnya berencana memperkuat inovasi teknologi, mengoptimalkan model operasional, dan melanjutkan modernisasi peralatan untuk meningkatkan nilai tambah serta menekan inefisiensi dalam rantai pasok.
"Perusahaan siap terus berkontribusi aktif dalam memperkuat rantai pasok nikel internasional dan mewujudkan kerja sama Indonesia-Tiongkok sebagai percontohan industri yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan," kata Xu Shaotang.
- Penulis :
- Aditya Yohan



