
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong pembangunan budaya inovasi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai langkah meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan kepada masyarakat sekaligus membentuk organisasi yang adaptif.
Yassierli menyampaikan pentingnya budaya inovasi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026), setelah penutupan Final Pitching Champion Hub Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (10/8/2026).
“Budaya inovasi ini menjadi sebuah keniscayaan karena yang kita lakukan saat ini, layanan-layanan kita itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat memiliki harapan yang tinggi kepada kita,” kata Yassierli.
Menurut Yassierli, inovasi merupakan salah satu bentuk konkret semangat Kementerian Ketenagakerjaan dalam meningkatkan pelayanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menaker Mendorong Perbaikan Berkelanjutan
Yassierli menilai setiap jajaran Kemnaker perlu membangun pola pikir bahwa ruang untuk melakukan perbaikan dalam organisasi selalu terbuka.
“Oleh karena itu, setiap insan Kemnaker perlu membangun cara berpikir bahwa selalu ada kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut perlu menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran Kemnaker sehingga inovasi tidak hanya memberikan manfaat bagi organisasi, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat.
Yassierli mengatakan semangat inovasi tersebut sejalan dengan nilai One Kemnaker yang menekankan semangat sebagai satu kementerian dengan satu tujuan dan satu kontribusi.
“Karena itu, inovasi yang dikembangkan setiap unit kerja perlu dilihat sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kinerja Kemnaker,” kata dia.
Penerapan Inovasi Menjadi Tantangan Berikutnya
Yassierli menegaskan menghasilkan inovasi merupakan satu tahapan, sedangkan memastikan gagasan tersebut dapat diterapkan secara nyata menjadi tantangan berikutnya.
Menurutnya, manajemen perubahan diperlukan agar inovasi yang dihasilkan dapat diterima, diterapkan, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Yang menjadi tantangan setelah inovasi adalah melaksanakannya. Bagaimana change management, bagaimana inovasi dan perubahan itu kita bawa, kemudian diterima dan bisa terlaksana,” ujar dia.
- Penulis :
- Aditya Yohan



