
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau (Kepri) dengan menyasar sekitar 197 ribu unit usaha, seluruh rumah tangga, hingga pelaku usaha digital sebagai basis penyusunan kebijakan ekonomi dalam 10 tahun mendatang.
Sebanyak 1.589 petugas sensus dikerahkan ke tujuh kabupaten/kota di Kepri selama pendataan nasional yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Hingga 31 Juli 2026, realisasi Sensus Ekonomi 2026 di Kepri telah mencapai 75 persen dari target pendataan.
Gubernur Kepri Jadi Responden Perdana
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjadi responden perdana Sensus Ekonomi 2026 di wilayah tersebut setelah petugas mendatangi kediaman pribadinya di Jalan Peralatan, Kilometer 7, Kota Tanjungpinang, pada pekan ketiga Juni 2026.
Petugas yang mengenakan rompi hitam sebagai atribut resmi diterima Ansar bersama istrinya, Dewi Kumalasari, sebelum proses wawancara dilakukan di ruang tamu.
"Silakan dimakan dulu. Pasti belum pada sarapan," kata Ansar kepada petugas sensus.
Dalam proses pendataan, petugas menanyakan sejumlah informasi mengenai keluarga, jenis usaha yang dijalankan, pendapatan dan pengeluaran keluarga, serta aset atau fasilitas rumah tangga.
Petugas juga menggali aktivitas usaha yang dimiliki Ansar dan keluarganya, mulai dari industri, jasa, kos-kosan, hingga usaha digital.
"Saya hanya memiliki satu unit usaha skala UMKM, yaitu kedai kopi di Kota Tanjungpinang yang beroperasi sejak 2017," ujar Ansar.
Keterlibatan Ansar sebagai responden perdana menunjukkan Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari pejabat negara, kepala daerah, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.
Ansar turut mengajak masyarakat menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi secara benar, jujur, serta lengkap.
Data yang akurat dinilai penting untuk mendukung perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
BPS Sasar Usaha Rumahan hingga Pelaku Digital
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri tidak hanya menyasar perusahaan dan usaha yang memiliki bangunan khusus, tetapi juga masyarakat yang menjalankan usaha dari rumah, pedagang keliling, serta pelaku usaha digital.
Pelaku digital yang memperoleh penghasilan melalui TikTok maupun platform lainnya turut masuk dalam sasaran pendataan BPS.
Hasil sementara sensus menunjukkan BPS Kepri telah memotret aktivitas ekonomi pada bangunan khusus usaha maupun usaha yang dijalankan dalam lingkungan keluarga atau rumah tangga, termasuk usaha rumahan berbasis daring.
Petugas juga terus menyelesaikan pendataan terhadap perusahaan besar yang bergerak di sektor industri dan perdagangan serta usaha di kompleks pertokoan dan mal.
Masyarakat dan pelaku usaha yang belum mendapat giliran pendataan diimbau menerima petugas serta memberikan informasi sebenarnya karena hasil sensus akan menjadi basis penyusunan kebijakan ekonomi.
Data Responden Dijaga Kerahasiaannya
BPS memprioritaskan keamanan data responden dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk mencegah kebocoran maupun penyalahgunaan informasi oleh pihak tertentu.
Pengamanan dilakukan melalui prinsip terima petugas, isi jawaban dengan benar, dan rahasia atau TIR.
Petugas melakukan pendataan menggunakan aplikasi Survei dan Sensus (FASIH), tetapi tidak dapat melihat maupun mengunduh data responden setelah informasi dikirimkan.
Data yang dihimpun otomatis terkirim secara real time ke pusat data atau Big Data BPS RI.
Petugas sensus juga dilarang memberikan data individu responden kepada pihak lain sehingga kerahasiaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Data tersebut selanjutnya menjadi salah satu acuan untuk memotret kondisi perekonomian sekaligus mendukung pola pembangunan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun ke depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



