
Pantau - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut produk makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) halal Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ke kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Roro saat menghadiri Indonesia Food and Beverage (F&B) Trade Promotion Forum di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Roro, karakteristik pasar Timur Tengah yang memiliki kebutuhan besar terhadap produk halal menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha F&B Indonesia untuk meningkatkan ekspor.
"Kalau misalnya F&B yang sifatnya halal, tentu kita punya pasar yang cukup besar di Timur Tengah misalnya," kata Roro.
Peluang Ekspor F&B Indonesia Tersebar di Berbagai Negara
Roro menjelaskan potensi ekspansi produk F&B Indonesia ke pasar internasional tidak hanya terbatas pada satu negara atau kawasan tertentu.
Peluang ekspor makanan dan minuman Indonesia tersebar di berbagai pasar internasional dan dapat dimanfaatkan dengan menyesuaikan karakteristik produk yang dimiliki masing-masing pelaku usaha.
Sejumlah produk makanan Indonesia juga disebut telah mulai melakukan ekspansi ke luar negeri.
Roro mencontohkan sejumlah restoran Indonesia yang telah membuka cabang di negara lain, termasuk restoran Padang yang berekspansi ke kawasan Uni Eropa.
"Jadi sangat variatif dan potensinya juga sangat banyak di luar negeri," ungkap Roro.
Kemendag Siapkan Jaringan Perdagangan di 33 Negara
Untuk mendorong penetrasi produk F&B Indonesia ke pasar global, Kementerian Perdagangan berupaya memberikan fasilitas kepada pelaku usaha yang telah siap melakukan ekspor.
Pemerintah memiliki jaringan perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Jaringan Atase Perdagangan dan ITPC tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk membantu memperluas akses ke pasar internasional.
Jaringan yang sama juga dapat dimanfaatkan calon pembeli atau buyer di pasar internasional yang ingin mendapatkan produk dari Indonesia.
Selain mengandalkan jaringan perwakilan perdagangan, Roro menilai diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi produk F&B nasional ke pasar global.
Diaspora Indonesia dinilai tetap memiliki kebutuhan terhadap produk makanan serta cita rasa khas Indonesia meskipun telah tinggal di luar negeri.
Kondisi tersebut menciptakan peluang permintaan terhadap produk makanan Indonesia dari masyarakat Indonesia yang berada di berbagai negara.
"Diaspora kita walaupun tinggal di luar negeri pasti lidahnya masih Indonesia. Jadi dia butuh sumber produk dari Indonesia," kata Roro.
- Penulis :
- Arian Mesa



