HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Jepang Bidik SAF sebagai Ladang Bisnis Baru untuk Perkuat Kemitraan Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Jepang Bidik SAF sebagai Ladang Bisnis Baru untuk Perkuat Kemitraan Ekonomi
Foto: (Sumber :Ketua Umum Indonesia Japan Business Network (IJBNet) Dr. Suyoto Rais dalam acara Perayaan Sewindu IJBNet di Jakarta, Senin (10/8/2026) (ANTARA/HO Indonesia Japan Business Network).)

Pantau - Pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berpotensi menjadi ladang bisnis baru dalam kemitraan ekonomi Indonesia dan Jepang seiring meningkatnya kebutuhan industri penerbangan global terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan.

Ketua Umum Indonesia Japan Business Network (IJBNet) Dr. Suyoto Rais mengatakan Indonesia dan Jepang memiliki kekuatan yang dapat dipadukan untuk mengembangkan industri tersebut.

"Indonesia memiliki sumber daya, pasar dan talenta yang besar. Jepang memiliki teknologi, pengalaman industri dan jaringan bisnis yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana kedua kekuatan tersebut dipertemukan dalam bentuk kerja sama yang nyata dan berkelanjutan," kata Suyoto dalam keterangan yang diterima, Rabu (12/8/2026).

IJBNet menilai pengembangan bahan baku SAF menjadi isu penting di tengah meningkatnya tuntutan terhadap industri penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Peluang tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga penelitian, dan mitra Jepang untuk membahas pengembangan bahan baku hingga rantai pasok SAF.

Indonesia-Jepang Perkuat Kolaborasi Industri Hijau

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan perubahan industri global, termasuk tuntutan dekarbonisasi dan transisi energi bersih, meningkatkan kebutuhan kolaborasi antarnegara.

"Kemitraan Indonesia dan Jepang memiliki sejarah panjang dan terus berkembang. Ke depan, kerja sama tersebut harus semakin diarahkan pada peningkatan investasi, penguatan teknologi, peningkatan daya saing industri dan pengembangan sumber daya manusia," ujar Tri.

Menurut Tri, kerja sama pengembangan SAF antara Indonesia dan Jepang dapat mencakup bahan baku, teknologi pengolahan hingga pembangunan rantai pasok untuk mendukung produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Pengembangan SAF juga dinilai membuka peluang bagi Indonesia membangun industri baru yang berkaitan dengan sektor energi, pertanian, teknologi, dan penerbangan.

"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian dan mitra internasional menjadi semakin penting. Indonesia membutuhkan mitra strategis yang dapat bersama-sama membangun industri yang kuat, inovatif dan berkelanjutan," katanya.

Dekarbonisasi Buka Peluang Investasi Baru

Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Myochin Mitsuru mengatakan hubungan Indonesia dan Jepang telah berkembang melampaui kerja sama perdagangan konvensional.

"Hubungan Indonesia dan Jepang memiliki fondasi yang sangat kuat dan telah berkembang dalam berbagai bidang. Kerja sama ekonomi, industri, teknologi, investasi dan sumber daya manusia membuka banyak peluang baru bagi kedua negara," ujar Myochin.

Selain SAF, perusahaan dan organisasi Jepang dalam forum IJBNet turut memperkenalkan peluang kolaborasi pada sektor energi hijau, energi terbarukan, teknologi lingkungan, teknologi antariksa, pengembangan bisnis, dan sumber daya manusia.

IJBNet menilai agenda dekarbonisasi berpotensi memperluas kerja sama ekonomi kedua negara karena transisi menuju industri rendah karbon dapat menciptakan investasi serta rantai nilai baru.

Kerja sama Indonesia-Jepang ke depan juga diarahkan pada pembentukan ekosistem yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, dan tenaga kerja sehingga pengembangan SAF serta industri hijau dapat menghasilkan investasi dan nilai tambah bagi Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf