
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan Danantara Indonesia telah menyampaikan minat untuk memiliki saham BEI melalui PT Danantara Investment Management (DIM), dengan realisasinya masih menunggu terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai demutualisasi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan minat kepemilikan saham tersebut telah disampaikan BPI Danantara melalui DIM.
"Oh yang sudah menyampaikan minat itu adalah BPI Danantara, melalui DIM," ungkap Jeffrey.
BEI dan Danantara Bangun Komunikasi
Setelah penyampaian minat tersebut, BEI akan terus membangun komunikasi dengan Danantara mengenai rencana kepemilikan saham sambil menunggu regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Jadi untuk selanjutnya, tentu komunikasi kita bangun terus ya, sambil menunggu POJK. Jadi semuanya nanti akan diatur melalui POJK," kata Jeffrey.
POJK Demutualisasi nantinya akan mengatur ketentuan mengenai kepemilikan saham BEI oleh investor di luar Anggota Bursa (AB), termasuk peluang Danantara menjadi salah satu pemegang saham.
Ketentuan mengenai batas kepemilikan saham bagi pihak seperti Danantara juga akan ditetapkan melalui regulasi tersebut.
"Oh iya itu (batas kepemilikan) nanti diatur oleh POJK," ujar Jeffrey.
BEI sebelumnya telah melakukan kajian dan studi banding dengan otoritas bursa di sejumlah negara sebagai bagian dari persiapan proses demutualisasi.
Studi banding tersebut dilakukan untuk mencari format demutualisasi bursa yang dinilai paling tepat diterapkan di Indonesia.
"Kalau kajian, studi banding itu kan sudah dilakukan. Kemudian tentu akan dicari format yang paling tepat untuk Indonesia. Dan itu sekali lagi nanti akan dituangkan dalam POJK," jelas Jeffrey.
Danantara Targetkan Proses Rampung dalam Beberapa Bulan
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir sebelumnya mengatakan pihaknya tengah membahas proses kepemilikan saham BEI bersama OJK dan direksi BEI.
"Ya, demutualisasi kita masih proses, baik dengan OJK dan juga dengan direksi bursa (BEI), insyaAllah beberapa bulan ke depan bisa rampung," kata Pandu.
Berdasarkan pernyataan tersebut, proses demutualisasi diharapkan dapat diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.
Namun, besarnya porsi saham BEI yang akan dimiliki Danantara masih dalam pembahasan dan belum diumumkan kepada publik.
Danantara berencana menyampaikan rincian porsi kepemilikan saham setelah pembahasan lebih lanjut dengan OJK dan BEI.
"Nanti detailnya bakal kita bagikan ke semua sebentar lagi. Ini lagi berkomunikasi baik dengan OJK dan Bursa," ungkap Pandu.
Rencana kepemilikan saham BEI tersebut akan dilaksanakan melalui DIM dan menjadi bagian dari kegiatan investasi Danantara.
Pandu menjelaskan BPI Danantara telah memberikan arahan kepada DIM untuk menjalankan investasi yang berkaitan dengan proses demutualisasi BEI.
"Dari BPI memberi arahan untuk DIM untuk melaksanakan investasi untuk demutualisasi tersebut," kata Pandu.
Rencana masuknya Danantara sebagai pemegang saham BEI masih berada dalam tahap pembahasan dan persiapan regulasi, sedangkan mekanisme serta batas kepemilikan saham bagi investor di luar Anggota Bursa akan bergantung pada ketentuan POJK Demutualisasi.
- Penulis :
- Shila Glorya



