
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan penggunaan Aspal Merah Putih dalam pembangunan jalan tol sebagai langkah meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap aspal impor.
Menteri PU Dody Hanggodo meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berpartisipasi dalam penerapan kebijakan penggunaan Aspal Buton (Asbuton) dengan tetap memperhatikan kelayakan teknis dan akademis.
"Untuk itu, saya berharap Badan Usaha Jalan Tol akan mendukung dan berpartisipasi dalam kebijakan penggunaan Asbuton ini dan tetap menjaga kelayakan teknis dan akademis, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak," ujar Dody di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Kementerian PU mendorong penggunaan Asbuton olahan untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, menekan impor aspal, serta meningkatkan efisiensi pembangunan infrastruktur jalan.
Pemerintah Targetkan Penggunaan Asbuton Naik Jadi 30 Persen
Kementerian PU telah menerbitkan Peraturan Menteri PU Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penggunaan Aspal Buton Olahan untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan sebagai dasar implementasi kebijakan tersebut.
Aturan itu mencakup penggunaan Asbuton olahan, pembinaan teknis, pengadaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta pemberian insentif.
Kementerian PU juga menerbitkan Keputusan Menteri PU Nomor 6950/KPTS/Mn/2026 yang mengatur target penggunaan Asbuton olahan dalam pembangunan dan preservasi jalan pada periode 2026-2029.
Salah satu produk yang dikembangkan adalah Aspal Merah Putih A30 yang merupakan 100 persen produk Indonesia dengan komposisi 30 persen bitumen Asbuton dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dan 70 persen aspal minyak dari kilang Pertamina.
Penerapan Aspal Merah Putih A30 ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan Asbuton olahan dari sekitar 4 persen menjadi sekitar 30 persen.
Aspal Merah Putih A100 Diproyeksikan Hemat Devisa Rp4,08 Triliun
Pemerintah selanjutnya berencana mengembangkan Aspal Merah Putih secara bertahap menuju A100 yang menggunakan 100 persen bitumen Asbuton.
Penggunaan Aspal Merah Putih A100 diproyeksikan mampu memberikan penghematan devisa negara hingga Rp4,08 triliun setiap tahun.
Dody menegaskan penerapan Asbuton tidak boleh menambah beban biaya bagi badan usaha maupun masyarakat.
Efisiensi biaya harus tetap dijaga agar penggunaan Asbuton tidak berdampak terhadap tarif jalan tol maupun pembiayaan pembangunan infrastruktur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



