HOME  ⁄  Ekonomi

Kebun Raya Tua Tunu dan BRIN Teliti Rambutan Hutan Bangka yang Terancam Punah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kebun Raya Tua Tunu dan BRIN Teliti Rambutan Hutan Bangka yang Terancam Punah
Foto: (Sumber :Tanaman rambutan hutan di Kebun Raya Tua Tunu Pangkalpinang ANTARA/HO-Humas Kebun Raya Tua Tunu..)

Pantau - Kebun Raya Tua Tunu Kota Pangkalpinang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti rambutan hutan sebagai tanaman endemik Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, yang terancam punah akibat alih fungsi kawasan hutan.

Ketua Tim Kebun Raya Tua Tunu Kota Pangkalpinang Sugiantoro mengatakan penelitian dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan tanaman tersebut agar tetap lestari.

"Kita bersama BRIN melakukan penelitian untuk melestarikan Kembali tanaman endemik rambutan hutan," kata Sugiantoro di Pangkalpinang, Jumat (14/8/2026).

Rambutan hutan atau Nephelium cuspidatum disebut semakin terancam karena habitatnya terdampak alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet, kawasan pertambangan, serta permukiman masyarakat.

Kebun Raya Tua Tunu Hanya Miliki Tiga Pohon

Kebun Raya Tua Tunu saat ini hanya memiliki tiga pohon rambutan hutan sehingga pelestarian dinilai penting untuk mencegah tanaman endemik tersebut menghilang.

"Saat ini, Kebun Raya Tua Tunu hanya memiliki tiga pohon rambutan hutan dan ini harus dijaga, dilestarikan agar tanaman endemik ini tidak punah," ujarnya.

Sugiantoro menjelaskan rambutan hutan memiliki bentuk buah yang hampir menyerupai rambutan pada umumnya, tetapi mempunyai karakteristik berbeda pada bagian kulit.

"Buah rambutan hutan ini hampir sama bentuknya dengan rambutan biasa, tetapi kulit luar rambutan hutan ini tajam berbentuk duri-duri kecil," katanya.

Penelitian bersama BRIN juga diarahkan untuk mendukung pelestarian sekaligus mengkaji pemanfaatan buah rambutan hutan khas Pulau Bangka tersebut.

BRIN Sebelumnya Teliti Manggis Kelabang

Sugiantoro mengatakan BRIN sebelumnya juga telah melakukan penelitian terhadap manggis kelabang atau Garcinia klabang, tanaman buah langka khas Pulau Bangka yang sempat dinyatakan punah sebelum ditemukan kembali di Kebun Raya Tua Tunu.

"Alhamdulillah, penelitian BRIN terhadap manggis kelabang berhasil dan saat ini, kami sedang melakukan pengembangan dan pelestarian tanaman endemik manggis kelabang ini," kata Sugiantoro.

Upaya penelitian rambutan hutan kini menjadi bagian dari langkah konservasi untuk mempertahankan tanaman endemik Pulau Bangka agar tetap dapat ditemukan oleh generasi mendatang.

Penulis :
Aditya Yohan