
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, setelah pelaku pasar merespons positif target pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal pemerintah dalam RAPBN 2027.
IHSG ditutup naik 100,12 poin atau 1,59 persen menjadi 6.401,89, sedangkan indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan menguat 5,12 poin atau 0,82 persen menjadi 632,28.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai target penyempitan defisit anggaran dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 sesuai dengan harapan pelaku pasar dan investor.
"Defisit yang menyempit, ditambah adanya ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar enam persen, tentu memenuhi ekspektasi harapan pelaku pasar dan investor," kata Nico.
Target Defisit RAPBN 2027 Redakan Kekhawatiran Pasar
Menurut Nico, salah satu hal yang menarik perhatian pasar dari pidato Presiden Prabowo Subianto adalah komitmen pemerintah mempersempit defisit anggaran pada 2027 setelah pengeluaran yang cukup besar untuk menjalankan berbagai program prioritas pada 2026.
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Pembiayaan anggaran pada 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, turun dibandingkan rencana pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun.
Nico menilai target tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pelaku pasar, termasuk investor asing, mengenai disiplin fiskal Indonesia.
"Hal ini yang membuat IHSG pada akhirnya mampu ditutup menguat 1,59 persen, yang mana ini juga harapan dari pelaku pasar dan investor asing yang khawatir terhadap disiplin fiskal kita. Menariknya, Pak Prabowo (Subianto) juga mengatakan bahwa disiplin fiskal harus ada dalam setiap rupiah yang dibelanjakan," kata Nico.
Pemerintah merencanakan belanja negara pada 2027 mencapai Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7 triliun dalam APBN 2026.
Pendapatan negara pada 2027 diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dibandingkan Rp3.153,6 triliun dalam APBN 2026.
Dari sisi asumsi makro, pemerintah menargetkan inflasi pada 2027 berada pada kisaran 2,5 persen dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.
Nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 diasumsikan berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, sedangkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price diperkirakan sebesar 75 dolar AS per barel.
Pemerintah juga menargetkan lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari dan lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan APBN yang efektif, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan pada 2027 turun menjadi 6,0 sampai 6,5 persen dari target APBN 2026 sebesar 6,5 sampai 7,5 persen.
Tingkat pengangguran terbuka pada 2027 ditargetkan berada pada rentang 4,30 sampai 4,87 persen, turun dibandingkan target 2026 sebesar 4,44 sampai 4,96 persen.
Pemerintah turut menargetkan rasio gini membaik menjadi 0,362 sampai 0,367 dari target 2026 sebesar 0,377 sampai 0,380, sementara indeks modal manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575.
Seluruh Sektor Saham Berakhir di Zona Hijau
Dari pergerakan perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah sebelum berbalik memasuki zona positif dan bertahan hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor saham mencatatkan penguatan dengan sektor energi menjadi yang tertinggi setelah naik 2,6 persen.
Sektor transportasi dan logistik menyusul dengan kenaikan 1,55 persen, sedangkan sektor infrastruktur menguat 1,53 persen.
Saham TEBE, YPAS, AGAR, STAR, dan BYAN menjadi deretan saham yang mencatat penguatan harga terbesar.
Sementara itu, saham BAIK, BABY, GRPM, DART, dan BACH tercatat mengalami pelemahan harga terbesar.
Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari mencapai sekitar 1,729 juta transaksi dengan total 31,12 miliar lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp12,43 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 354 saham menguat, 277 saham melemah, dan 332 saham tidak mengalami perubahan harga.
Bursa Asia Turut Menguat
Penguatan juga terjadi di berbagai bursa saham regional Asia dengan indeks Nikkei naik 0,62 persen menjadi 68.732,00 dan Shanghai menguat 0,01 persen menjadi 3.927,18.
Indeks Hang Seng naik 1,10 persen menjadi 25.116,85, Kospi menguat 2,42 persen menjadi 6.977,97, dan Straits Times bertambah 0,14 persen menjadi 5.727,79.
Penguatan IHSG sebesar 1,59 persen terjadi seiring respons positif pasar terhadap kombinasi target pertumbuhan ekonomi 6 persen, penyempitan defisit RAPBN 2027 menjadi 2,40 persen terhadap PDB, serta komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal.
- Penulis :
- Leon Weldrick



