HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen, Prabowo Sebut Tertinggi dalam 13 Tahun

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen, Prabowo Sebut Tertinggi dalam 13 Tahun
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14/8/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen secara tahunan atau year on year (yoy), yang disebut sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia sepanjang semester I 2026 tumbuh sebesar 5,45 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Presiden Prabowo mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi tersebut berlangsung di tengah inflasi yang masih terkendali dan kuatnya permintaan domestik.

"Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi masih tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat," kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat.

Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen.

Prabowo menekankan pertumbuhan ekonomi tersebut dicapai ketika perekonomian global masih menghadapi berbagai tekanan.

Tekanan tersebut antara lain kenaikan harga energi akibat perang, tingginya tingkat suku bunga global, tekanan terhadap nilai tukar di berbagai negara, serta ketegangan geopolitik yang mengganggu perdagangan dunia.

APBN Jaga Daya Beli dan Perekonomian Nasional

Di tengah berbagai tantangan global tersebut, Prabowo menyoroti peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menjaga perekonomian nasional.

Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh sebesar 21,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, belanja negara tumbuh sebesar 18,2 persen.

Prabowo menjelaskan peningkatan belanja negara diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan perekonomian nasional.

Meski belanja negara mengalami pertumbuhan, Prabowo menyebut defisit APBN tetap terkendali pada level 0,91 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal," ucap Prabowo.

Presiden menilai pemerintah dapat meningkatkan keberpihakan dan dukungan kepada masyarakat tanpa mengabaikan disiplin dalam pengelolaan keuangan negara.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak mempertentangkan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal.

Pemerintah memilih menjalankan kedua agenda tersebut secara bersamaan, yakni membantu masyarakat sekaligus menjaga kesehatan APBN.

"Kita memilih keduanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan keduanya," ujar Prabowo.

Penulis :
Shila Glorya