HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Sarankan Bursa Mineral Dimulai dari Satu hingga Dua Komoditas demi Bangun Likuiditas

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ekonom Sarankan Bursa Mineral Dimulai dari Satu hingga Dua Komoditas demi Bangun Likuiditas
Foto: Foto udara pekerja mengoperasikan alat berat di Smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (16/1/2026).

Pantau - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyarankan pengoperasian Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dimulai dengan satu hingga dua komoditas untuk membangun likuiditas dan kredibilitas pasar sebelum cakupannya diperluas.

Yusuf menilai target memasukkan sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet sekaligus pada awal 2027 cukup ambisius.

Menurut dia, pemerintah sebaiknya memprioritaskan komoditas yang memiliki posisi kuat di pasar global tetapi belum mempunyai harga acuan global yang dominan.

NPI Dinilai Berpotensi Jadi Komoditas Awal

Yusuf menyebut nickel pig iron (NPI) sebagai salah satu komoditas yang dapat dipertimbangkan karena Indonesia memiliki posisi kuat dalam rantai pasoknya.

“Produk seperti nickel pig iron lebih menarik karena kita bisa membangun tolok ukur baru, bukan langsung berhadapan dengan benchmark yang sudah puluhan tahun digunakan,” tuturnya.

Meski demikian, Yusuf mengingatkan keberadaan BMKS tidak otomatis membuat harga komoditas Indonesia menjadi lebih tinggi.

Menurut dia, manfaat utama bursa tersebut terletak pada peningkatan transparansi transaksi, mempersempit praktik under-invoicing atau kurang faktur, memperbaiki basis pengenaan pajak, serta menekan biaya transaksi.

Pemerintah Targetkan BMKS Beroperasi Januari 2027

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan sejumlah mineral dan komoditas yang akan diperdagangkan melalui BMKS telah ditetapkan.

Namun, OJK belum mengungkapkan rincian komoditas tersebut karena masih menunggu Peraturan Presiden sebagai dasar penyelenggaraan bursa.

Pemerintah menargetkan BMKS mulai beroperasi pada 1 Januari 2027 dan menjadi instrumen untuk membangun Indonesia Reference Price atau harga referensi Indonesia bagi sejumlah komoditas strategis.

Bursa tersebut juga ditargetkan menciptakan pasar yang lebih dalam, transparan, dan likuid dengan mempertemukan produsen, petani, eksportir, pembeli, serta investor dalam satu ekosistem perdagangan berbasis data transaksi yang terbuka dan kredibel.

Penulis :
Gerry Eka