
Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melibatkan sekitar 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Bazar Produk Perikanan dan Kelautan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP RI Erwin Dwiyana mengatakan bazar tersebut digelar bersamaan dengan kegiatan peringatan yang dihadiri berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah.
Sekitar 15 UMKM membawa 15 hingga 20 jenis produk olahan perikanan untuk diperkenalkan sekaligus dipasarkan kepada masyarakat.
"Selain upacara peringatan yang dihadiri berbagai instansi pusat dan daerah, kami menggelar bazar yang diikuti sekitar 15 UMKM. Ada sekitar 15 hingga 20 jenis produk olahan perikanan yang dipamerkan," ungkap Erwin.
Prioritaskan UMKM dari Kawasan KNMP
KKP memprioritaskan peserta bazar dari kalangan masyarakat yang bermukim dan menjalankan usaha di kawasan KNMP Sorue Jaya.
Apabila jumlah pelaku UMKM dari kawasan tersebut belum mencukupi, KKP melibatkan pelaku usaha perikanan dari Kota Kendari dan wilayah sekitarnya.
"Yang paling utama pasti di kawasan KNMP ini, dan kalaupun kurang kita menambah dari Kendari dan sekitarnya," jelas Erwin.
Bazar tersebut tidak hanya menjadi ruang penjualan produk, tetapi juga diarahkan sebagai sarana pengembangan usaha masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
KKP turut menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan layanan konsultasi dan edukasi literasi keuangan kepada pelaku UMKM.
Melalui kegiatan itu, pemerintah ingin produk masyarakat tidak hanya dikenal dan dibeli untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek, tetapi juga dapat dipetakan potensi pengembangannya.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada KKP dan dinas terkait untuk melihat secara langsung produk UMKM yang masih membutuhkan peningkatan maupun intervensi pemerintah.
"Pesta rakyat ini bertujuan agar produk masyarakat tidak hanya dikenal dan dibeli untuk keuntungan jangka pendek, tetapi juga dipahami potensi jangka panjangnya. Melalui kegiatan ini, KKP dan dinas terkait dapat melihat langsung produk apa yang perlu ditingkatkan dan diintervensi," ujar Erwin.
KKP Gandeng Bulog Sediakan Pangan Murah
Selain bazar produk perikanan, kegiatan di KNMP Sorue Jaya juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan bersama Perum Bulog.
Bulog menyediakan sejumlah kebutuhan pokok bagi masyarakat pesisir dengan harga terjangkau, termasuk beras, minyak goreng, dan gula pasir.
"Kami berkolaborasi dengan Bulog untuk menyediakan bahan pokok utama seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat pesisir Soropia," kata Erwin.
KNMP Ditargetkan Capai 1.269 Titik
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau secara langsung pembangunan fisik KNMP di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe.
KNMP Desa Sorue Jaya menjadi salah satu dari 100 titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahap pertama yang telah selesai dibangun.
Trenggono berharap optimalisasi program KNMP dapat terus mendorong perputaran roda perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe.
Pemerintah menargetkan pembangunan KNMP mencapai 1.269 titik pada akhir 2026 sebelum kawasan-kawasan tersebut diharapkan siap diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
"Kawasan ini menjadi bagian dari 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah selesai dibangun. Target kita pada akhir tahun ini dapat menyelesaikan hingga 1.269 titik, sehingga siap untuk diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Trenggono.
Kehadiran sarana dan prasarana produksi perikanan melalui KNMP di Konawe diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan.
Peningkatan produktivitas tersebut diharapkan membuat usaha dan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir berkembang atau "naik kelas".
- Penulis :
- Arian Mesa



