HOME  ⁄  Ekonomi

KKP Optimalkan Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe, Targetkan 1.269 Titik Rampung Akhir 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KKP Optimalkan Kampung Nelayan Merah Putih di Konawe, Targetkan 1.269 Titik Rampung Akhir 2026
Foto: Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau fasilitas di KNMP Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (sumber: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melalui optimalisasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung pembangunan fisik KNMP di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Senin (17/8/2026).

KNMP Desa Sorue Jaya menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam 100 titik pembangunan tahap pertama program Kampung Nelayan Merah Putih.

Trenggono menyampaikan pembangunan di 100 titik KNMP tersebut telah selesai dan pemerintah mengejar penyelesaian lebih dari seribu titik lainnya hingga akhir tahun.

"Kawasan ini menjadi bagian dari 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah selesai dibangun. Target kita pada akhir tahun ini dapat menyelesaikan hingga 1.269 titik, sehingga siap untuk diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Trenggono.

Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.269 titik KNMP dapat diselesaikan pada akhir 2026 dan selanjutnya siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

KNMP Didorong Tingkatkan Produktivitas Nelayan

Kehadiran KNMP di Konawe dilengkapi berbagai sarana dan prasarana produksi perikanan yang diharapkan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Fasilitas tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan produktivitas nelayan sehingga kegiatan usaha dan perekonomian mereka dapat berkembang dan naik kelas.

Program pembangunan kawasan pesisir itu menjadi bagian dari target jangka panjang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun hingga 5.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Trenggono menilai kawasan pesisir Indonesia selama puluhan tahun belum memperoleh dukungan pembangunan secara optimal dibandingkan sektor lainnya.

"Selama 81 tahun Indonesia merdeka, kawasan pesisir relatif belum tersentuh secara optimal. Jika di sektor pertanian sudah didukung bendungan, irigasi, dan subsidi pupuk hingga mencapai swasembada, maka kini saatnya sektor pesisir kita dorong melalui penyiapan sarana dan prasarana produksi yang memadai," ujarnya.

Menurut Trenggono, sektor pertanian telah memperoleh berbagai dukungan seperti pembangunan bendungan, jaringan irigasi, dan subsidi pupuk hingga mampu mencapai swasembada.

Karena itu, pemerintah ingin memberikan dorongan serupa kepada sektor pesisir melalui penyediaan sarana dan prasarana produksi yang memadai.

Dikelola Koperasi Desa dan Dilengkapi Fasilitas Perikanan

Untuk skema pengelolaan dan operasional KNMP, seluruh fasilitas yang telah selesai dibangun nantinya akan diserahterimakan kepada pihak desa.

Fasilitas KNMP tersebut kemudian akan dikembangkan dan dikelola sebagai salah satu unit usaha di bawah Koperasi Desa Merah Putih.

KNMP di Konawe dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang utama kegiatan nelayan dan perikanan, termasuk pabrik es, cold storage atau fasilitas penyimpanan dingin, serta SPBU Nelayan (SPBN).

Kawasan KNMP juga dilengkapi area kuliner yang dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di luar kegiatan produksi perikanan.

"Selain fasilitas penunjang utama seperti pabrik es, cold storage, dan SPBU Nelayan (SPBN), kawasan tersebut juga dilengkapi area kuliner. Pemerintah daerah pun berencana memadukannya dengan program penataan kawasan permukiman nelayan di sekitarnya," ungkap Trenggono.

Pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikan pengembangan KNMP dengan program penataan kawasan permukiman nelayan di sekitarnya sehingga pembangunan tidak hanya berfokus pada fasilitas produksi perikanan, tetapi juga kawasan tempat tinggal masyarakat nelayan.

Penulis :
Shila Glorya