
Pantau - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan Bulog memberikan subsidi beras lokal Siam Madu sebesar Rp7 ribu per liter sehingga masyarakat dapat membelinya seharga Rp10 ribu per liter mulai 17 Agustus 2026.
Program tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga beras lokal, khususnya menjelang bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko mengatakan harga beras Siam Madu sebelumnya telah mencapai Rp17 ribu per liter.
"Program beras Siam Madu Bupati HST bersubsidi ini dihadirkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga beras lokal, terutama menjelang bulan Maulid Nabi Muhammad SAW," ungkap Irfan.
"Jadi dijual ke masyarakat Rp10 ribu per liternya, karena disubsidi sebesar Rp7 ribu," katanya.
Pemkab HST Siapkan 26.650 Kilogram Beras
Pemkab HST menyiapkan stok beras Siam Madu bersubsidi sebanyak 26.650 kilogram atau setara sekitar 35.533 liter untuk disalurkan kepada masyarakat.
Beras tersebut didistribusikan secara eceran melalui 15 pedagang beras yang berada di Pasar Keramat Barabai.
"Beras subsidi ini diedarkan melalui 15 pedagang beras di Pasar Keramat Barabai dengan sistem penjualan eceran," kata Irfan.
Untuk memudahkan masyarakat menemukan lokasi penjualan, Pemkab HST memasang tanda khusus pada setiap toko yang ditunjuk.
Toko-toko tersebut dipasangi spanduk bertuliskan "Toko Ini Menjual Beras Siam Bupati HST Bersubsidi" agar masyarakat dapat mengetahui pedagang yang menyediakan beras subsidi.
Pembelian beras subsidi juga dibatasi untuk memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat.
"Masyarakat bisa membeli maksimal lima liter per orang," ujar Irfan.
Bulog Minta Masyarakat Tidak Panic Buying
Pimpinan Cabang Bulog HST M Riza Wahyudi menyatakan Bulog mendukung kebijakan Pemkab HST sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
Bulog juga meminta masyarakat tetap berbelanja dalam jumlah normal dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pemerintah bersama instansi terkait terus berupaya menjaga stabilitas harga.
"Harapannya masyarakat tetap berbelanja seperti biasa, tidak perlu panic buying. Pemerintah melalui instrumen dan instansi di bawahnya akan selalu berupaya menjaga stabilitas harga demi kenyamanan warga," imbau Riza.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh beras Siam Madu yang sebelumnya mencapai Rp17 ribu per liter dengan harga Rp10 ribu per liter setelah mendapat subsidi sebesar Rp7 ribu per liter.
- Penulis :
- Arian Mesa



