
Pantau - PT Badak Natural Gas Liquefaction (Badak LNG) mengembangkan pertanian berkelanjutan melalui Program Semai Bumi bersama Kelompok Tani Karya Bersama di kawasan HOP 7, Kota Bontang, Kalimantan Timur, untuk mengatasi keterbatasan air dan serangan hama sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan tersebut mengembangkan sejumlah inovasi di bidang hortikultura, mulai dari sumur bor, pemanfaatan energi surya, perangkap hama, hingga pengolahan limbah menjadi bahan pendukung pertanian.
Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho bersama jajaran manajemen meninjau perkembangan Program Semai Bumi pada Sabtu (8/8/2026) dan melihat langsung aktivitas pertanian serta memetik gambas, pare, dan terong.
Feri menilai perkembangan kawasan pertanian HOP 7 menunjukkan hasil signifikan dibandingkan kunjungan sebelumnya.
"Sebetulnya sangat-sangat surprise. Belum ada satu tahun sejak saya ke sini, melihat perkembangannya luar biasa, melihat jenis variasi yang ditanam itu sedemikian masif," kata Feri.
Sumur Bor dan Energi Surya Dukung Pertanian
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan pengairan sehingga petani tetap dapat melakukan budidaya pada musim kemarau.
Sistem pengairan tersebut didukung panel surya untuk mengoperasikan genset dengan tujuan menekan penggunaan bahan bakar dan mengurangi biaya operasional.
Kelompok Tani Karya Bersama juga menggunakan light trap pada 17 titik dengan panel surya sebagai sumber energi untuk menangkap serangga hama dan mengurangi penggunaan bahan kimia.
Program Semai Bumi turut memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk kompos serta limbah perikanan dari Kelompok Berkah Lautan Berjaya menjadi produk asam amino Amigrow untuk tanaman.
Badak LNG juga memanfaatkan kalsium silikat dari limbah internal perusahaan untuk membantu menetralkan pH tanah, menyediakan unsur hara kalsium, dan memperkuat jaringan tanaman.
Lahan 8,8 Hektare Dikelola 17 Petani
Berbagai inovasi tersebut diterapkan pada lahan seluas 8,8 hektare yang dikelola 17 anggota Kelompok Tani Karya Bersama dengan beragam komoditas hortikultura.
Feri mengatakan pengembangan pertanian di HOP 7 diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan, pendapatan dan kesejahteraan petani, serta mendukung ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Bontang.
Ketua Kelompok Tani Karya Bersama Hadi mengapresiasi pendampingan Badak LNG dalam penyediaan fasilitas, pemantauan kegiatan, dan peningkatan kapasitas petani.
"Selama adanya binaan dari Badak LNG ini kita sangat terbantu, apa kendalanya, bagaimana agar produksinya meningkat, sampai support untuk fasilitas-fasilitas yang belum ada," ujarnya.
Badak LNG berharap pendampingan berkelanjutan melalui Program Semai Bumi dapat mendorong terciptanya pertanian yang semakin produktif, mandiri, dan ramah lingkungan sesuai kebutuhan masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



