
Pantau - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat mendorong perluasan penggunaan QRIS Antarnegara untuk memperkuat konektivitas ekonomi Kalimantan Barat dengan negara tetangga sekaligus mendukung perdagangan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya mengatakan posisi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuka peluang besar bagi transaksi digital lintas negara.
"Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam adopsi QRIS Antarnegara," kata Doni di Pontianak, Selasa (18/8/2026).
BI Kalbar menggagas QRIS Betang atau Bangun Ekosistem Transaksi Antar Negara sebagai pendekatan terpadu untuk memperluas pemanfaatan QRIS Antarnegara di berbagai sektor.
QRIS Betang Menjangkau Kawasan Perbatasan
QRIS Betang dijalankan melalui tiga pendekatan, yakni QRIS Betang Perbatasan, QRIS Betang Perbankan, serta QRIS Betang Kegiatan dan Komunitas.
Melalui QRIS Betang Perbatasan, BI mendorong digitalisasi pembayaran di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), termasuk pasar wisata, perhotelan, serta sektor makanan dan minuman.
Program tersebut pada 2026 diperluas ke tiga PLBN, yakni Entikong, Badau, dan Jagoi Babang, setelah sebelumnya program Layanan Batas Negara atau LENTERA diinisiasi di PLBN Aruk.
"Melanjutkan kesuksesan program Layanan Batas Negara atau LENTERA yang diinisiasi di PLBN Aruk tahun lalu, kami memperluas program ke tiga PLBN di 2026," katanya.
Melalui QRIS Betang Perbankan, BI juga mendorong industri perbankan meningkatkan transaksi QRIS Antarnegara melalui edukasi dan kompetisi transaksi inbound sekaligus meningkatkan pemahaman merchant mengenai mekanisme QRIS Cross-Border.
Sementara QRIS Betang Kegiatan dan Komunitas dikembangkan bersama perguruan tinggi, pelaku pariwisata, pemerintah daerah, serta komunitas, termasuk melalui agenda Summer School lintas negara bersama Universitas Tanjungpura dan universitas dari Malaysia.
Transaksi QRIS Kalbar Tembus Rp6,5 Triliun
Ekosistem QRIS di Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan dengan jumlah merchant mencapai 552.673 hingga Juni 2026 atau meningkat 28,94 persen secara tahunan.
Sebanyak 74,17 persen dari keseluruhan merchant QRIS tersebut merupakan usaha mikro.
Nilai transaksi QRIS di Kalimantan Barat hingga Juni 2026 mencapai Rp6,5 triliun atau tumbuh 112,04 persen secara tahunan.
Volume transaksi tercatat mencapai 62,9 juta transaksi atau tumbuh 131,97 persen dengan jumlah pengguna sebanyak 875,4 ribu orang.
BI Kalbar juga memperluas digitalisasi pembayaran melalui implementasi QRIS Tap pada transportasi darat DAMRI, QRIS pada transportasi air sampan Bardan-Siantan, serta pembayaran digital di sektor ritel dan pariwisata.
"Kami berharap QRIS Betang dapat menjadi gerakan bersama, bukan hanya inisiatif Bank Indonesia, tetapi juga kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, komunitas, perguruan tinggi, dan masyarakat," kata Doni.
- Penulis :
- Aditya Yohan



