
Pantau - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pengelolaan Koperasi Konsumen Lapas Ambon Patita Mart and Cafe sebagai ruang pelatihan kerja dan pengembangan keterampilan praktis.
Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, S. Hendra Budiman, mengatakan Patita Mart and Cafe tidak hanya diarahkan sebagai fasilitas kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung.
"Patita Mart and Cafe bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga sarana pelatihan kerja nyata bagi warga binaan. Mereka dilibatkan dalam operasional, termasuk sebagai kasir, sehingga dapat memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," kata Hendra.
Warga Binaan Dilibatkan Langsung dalam Operasional
Dalam kegiatan operasional koperasi, warga binaan memperoleh kesempatan terlibat dalam berbagai aktivitas pekerjaan, termasuk bertugas sebagai kasir.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian untuk membangun keterampilan, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepercayaan diri WBP.
Pengalaman bekerja di lingkungan koperasi juga diharapkan memberikan gambaran nyata kepada warga binaan mengenai tanggung jawab serta pengelolaan pekerjaan.
Pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan WBP setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Menurut Hendra, pembinaan kemandirian tidak cukup hanya memberikan pelatihan secara teori, tetapi juga perlu menghasilkan pengalaman kerja yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas.
"Pembinaan kemandirian harus memberikan pengalaman yang bisa mereka bawa setelah bebas. Karena itu, kami berupaya agar keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga memberi pengalaman kerja secara langsung," ujar Hendra.
Patita Mart and Cafe Dibangun Kembali Usai Kebakaran
Patita Mart and Cafe sebelumnya mengalami kebakaran pada 30 Juni 2026 hingga Lapas Ambon kemudian membangun kembali fasilitas tersebut dengan konsep yang lebih representatif.
Pembangunan kembali dilakukan agar Patita Mart and Cafe dapat kembali mendukung aktivitas ekonomi sekaligus menjalankan program pembinaan bagi warga binaan.
Hendra menilai pemulihan fasilitas tersebut menjadi momentum untuk memastikan program pembinaan kemandirian tetap berjalan setelah kebakaran.
Fasilitas yang telah dibangun kembali juga diharapkan memberikan ruang lebih luas kepada warga binaan untuk memperoleh berbagai keterampilan praktis.
Koperasi Akan Dikelola Profesional dan Transparan
Perwakilan pengurus Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Laras C. Makawimbang, menyatakan Patita Mart and Cafe akan dikelola secara profesional dan transparan guna menjaga keberlanjutan usaha koperasi serta memberikan manfaat bagi pihak yang terlibat.
"Kami berkomitmen mengelola Patita Mart and Cafe secara profesional dan transparan demi kemajuan bersama," kata Laras.
Dengan kembali beroperasinya Patita Mart and Cafe, Lapas Ambon memulihkan fasilitas ekonomi yang terdampak kebakaran sekaligus memperkuat fungsi koperasi sebagai bagian dari ekosistem pembinaan warga binaan.
Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapat kesempatan belajar bekerja, memahami tanggung jawab di lingkungan kerja nyata, mengembangkan keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan kehidupan mandiri setelah bebas.
- Penulis :
- Shila Glorya



