
Pantau - Perum Bulog memastikan stok beras di gudang-gudang yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman sehingga penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat dapat terus berjalan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan tidak ditemukan kerusakan pada persediaan beras meskipun sejumlah bangunan gudang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
"Beras aman, enggak masalah. Kalau di sana kan aman, kering tidak ada hujan, beda dengan (bencana sebelumnya) yang (terjadi) di Aceh maupun Sumut dan di Sumbar. Kemarin kan ada hujan air kan, banjir ya," kata Rizal.
Kondisi beras tetap terjaga karena tempat penyimpanan masih kering serta tidak terdampak banjir maupun kebocoran.
Situasi tersebut berbeda dengan penanganan bencana sebelumnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ketika hujan dan banjir menjadi tantangan dalam menjaga logistik.
Bulog juga memastikan seluruh pegawai yang berada di wilayah terdampak gempa dalam kondisi selamat sehingga penanganan logistik dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus dilakukan.
Sekitar 12 Gudang Bulog Mengalami Kerusakan
Berdasarkan pemeriksaan awal, sekitar 12 gudang Bulog mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang akibat gempa di NTT.
Kerusakan ditemukan antara lain pada bagian dinding, seng, pintu, serta sebagian struktur bangunan penyimpanan.
Bulog telah mengirimkan tim untuk melakukan survei secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan gudang yang terdampak gempa.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan gudang yang membutuhkan perbaikan atau renovasi sebelum dapat kembali dimanfaatkan secara penuh.
Pemeriksaan juga dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan gangguan pada struktur bangunan tidak menimbulkan risiko lebih besar terhadap pegawai, logistik, maupun kegiatan operasional apabila terjadi gempa susulan.
Bulog Siapkan Stok hingga 37 Ribu Ton dan Pasokan Tambahan
Rizal memastikan ketersediaan stok beras Bulog di NTT masih berada di kisaran 35 ribu hingga 37 ribu ton.
Persediaan tersebut dinilai masih mampu mendukung kebutuhan pangan dalam penanganan darurat gempa di NTT.
Bulog juga telah menyiapkan skema penambahan pasokan apabila kebutuhan logistik masyarakat terdampak meningkat.
Pasokan tambahan dapat didatangkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan.
Selain mengandalkan persediaan di gudang, Bulog menempatkan cadangan beras masing-masing sebanyak 10 ton di bandara dan pelabuhan untuk mempercepat penyaluran bantuan.
Penempatan beras di simpul transportasi tersebut memungkinkan bantuan langsung diberangkatkan ketika muncul kebutuhan mendesak tanpa harus menunggu pengambilan persediaan dari gudang.
Distribusi Disiapkan Lewat Jalur Darat, Udara, dan Laut
Pola distribusi tersebut disusun berdasarkan pengalaman Bulog dalam menangani bencana sebelumnya di Pulau Sumatera.
Bulog membuat sistem penyaluran logistik lebih fleksibel agar dapat menyesuaikan perubahan kondisi serta akses menuju wilayah terdampak.
Selain menggunakan jalur darat, Bulog menyiapkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memanfaatkan transportasi udara maupun laut.
Jalur udara dan laut dapat digunakan apabila akses darat menuju masyarakat terdampak mengalami gangguan atau tidak memungkinkan untuk dilalui.
Melalui kesiapan stok, pemeriksaan dan perbaikan gudang, penempatan cadangan beras di simpul transportasi, serta penguatan sistem distribusi, Bulog memastikan bantuan pangan tetap mengalir kepada masyarakat terdampak gempa tanpa mengganggu ketersediaan beras di NTT.
- Penulis :
- Shila Glorya



