HOME  ⁄  Nasional

BGN Siagakan SPPG untuk Penuhi Kebutuhan Makanan Penyintas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BGN Siagakan SPPG untuk Penuhi Kebutuhan Makanan Penyintas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Foto: Kepala BGN Sudaryono (sumber: BGN)

Pantau - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekitar lokasi bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu dalam kondisi siaga dan menyesuaikan pelayanan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak.

SPPG yang terkena dampak langsung bencana diwajibkan mengutamakan keselamatan dan segera melaporkan kondisi yang dihadapi kepada pihak terkait.

Sementara itu, SPPG terdekat yang operasionalnya tidak terdampak gempa dapat menyesuaikan pelayanan, termasuk menyediakan makanan bagi masyarakat terdampak dan kelompok rentan di sekitar wilayah bencana.

BGN Minta SPPG Bergerak Cepat dan Terkoordinasi

"SPPG yang terdampak bencana wajib mengutamakan keselamatan dan melaporkan kondisi kepada pihak terkait, sementara SPPG terdekat yang operasionalnya tidak terdampak dapat menyesuaikan pelayanan, termasuk membantu pemenuhan makanan bagi masyarakat terdampak dan kelompok rentan di sekitar wilayah bencana," kata Sudaryono.

Sudaryono juga menginstruksikan seluruh jajaran BGN dan SPPG mengikuti arahan serta ketentuan yang berlaku dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan asumsi masing-masing.

"Kita harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tetap memastikan pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia," ujar Sudaryono.

Dalam penanganan dampak gempa tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) merekomendasikan pemerintah daerah di NTT segera membentuk satuan tugas (satgas) penanganan bencana.

Pembentukan satgas ditujukan untuk mempercepat sekaligus memeratakan koordinasi penanganan penyintas gempa karena masyarakat mengungsi di sejumlah titik.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menilai satgas daerah diperlukan agar penanganan dapat menjangkau lokasi pengungsian yang tersebar sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

"Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," kata Menko Pratikno.

BNPB Sebut Sejumlah Destinasi Wisata Ditutup Sementara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah destinasi wisata unggulan di Pulau Flores, NTT, ditutup sementara setelah gempa bermagnitudo 7,7.

Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan sekaligus memberikan kesempatan kepada petugas memeriksa kondisi dan kelayakan infrastruktur destinasi pascagempa.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penutupan diberlakukan terhadap objek wisata yang masih membutuhkan pemeriksaan dan pemulihan kelayakan infrastruktur.

"Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende," kata Berton.

Otoritas pariwisata daerah akan terus memperbarui informasi resmi mengenai pembukaan kembali destinasi tersebut.

Destinasi yang ditutup sementara baru akan kembali dibuka setelah proses penanganan serta verifikasi keamanan oleh petugas di lapangan selesai dilakukan.

Penulis :
Arian Mesa